Berita Heboh
Varian Baru Covid-19 dari India Ditemukan di Tangsel, Terdapat 2 Kasus, Ada Juga yang dari Inggris
Temuan kasus impor tersebut sudah diketahui sejak 1 Mei 2021 lalu oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Penulis: Alexander Pattyranie | Editor: Alexander Pattyranie
"Tindakan sudah dilakukan follow tracing pada kontak erat untuk dua strain tersebut untuk memastikan penularan lebih lanjut dengan pengambilan sampel kontak," jelasnya.
Sementara terkait dari mana dua orang warga Tangsel bisa terpapar varian Covid-19 India itu, Allin masih belum memberi keterangan.
Pun terkait perawatannya, apakah dirawat di rumah sakit, isolasi di Rumah Lawan Covid-19 atau isolasi mandiri di rumah.
Tarmizi Benarkan 49 Warga India yang ke Indonesia Positif Covid-19
Diketahui, sebanyak 59 pelaku perjalanan dari India yang telah masuk ke Indonesia dan positif Covid-19.
Hal ini memicu kekhawatiran banyak pihak, terlebih terkait adanya mutasi virus Covid-19 negara tersebut sedang mengalami kewalahan akibat ledakan pasien virus corona.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membenarkan hal ini.
Menurutnya dari jumlah tersebut, sebanyak 49 orang adalah warga negara India.
Kemudian 10 orang lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).
"Seperti diketahui bahwa dari periode 28 Desember 2020 hingga 25 April 2021 kita mendapatkan 59 kasus positif dari para pelaku perjalanan dari negara India," ujar Nadia dalam keterangan video yang disampaikannya, Kamis 6 Mei 2021.
"Adapun dari 59 kasus positif itu sebanyak 49 di antaranya adalah warga India.
Kemudian 10 orang warga Indonesia," tuturnya.
Nadia menjelaskan, sebanyak 26 orang dari 49 warga India yang positif Covid-19 saat ini sudah diambil sampelnya untuk pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) atau penelusuran genomik secara keseluruhan.
Tujuannya untuk mengetahui apakah mereka terpapar varian baru virus corona B.1.617 atau B.1.1.7 maupun varian-varian lain.
"Sementara itu tentu pemeriksaan spesimen juga dilakukan kepada kedatangan antara 28 Desember 2020 hingga 10 April 2021," ucap Nadia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kremasi-massal-korban-virus-corona-di-new-delhi-india-rabu-2142021.jpg)