Breaking News:

News

Kisah Kaum Yahudi di Papua, Lepaskan Sebagian Isi Kitab Suci, Ingin Hidup di Tanah Perjanjian

Komunitas Yahudi di Papua yang beralih menjadi penganut Yudaisme. Ingin pergi ke tanah perjanjian Israel.

Editor: Frandi Piring
Isitimewa
Cerita Komunitas Yahudi di Papua. 

Shabbat sendiri merupakan 'hari istirahat' yang dirayakan setiap Sabtu dalam Yudaisme.

Shabbat mereka rayakan di rumah seorang bernama Harun dan Diane Hokouoku, yang telah menjadi sinagoga (tempat beribadah orang Yahudi) de facto untuk Papua.

Sesaat setelah matahari terbenam, kebaktian dimulai.

Seperti halnya di sinagog Konservatif atau Ortodoks di Barat, perempuan duduk di belakang laki-laki.

Beberapa orang hafal doa, sementara banyak yang membacanya dari lembaran kertas atau buku yang diterjemahkan, dan yang lain hanya mendengarkan.

Di sinagoga itu, Harun yang memimpin doa dengan otoritas seorang rabi.

Setelahnya, ada pelukan, serta salam adat Papua.

Harun, yang memegang otoritas rabi, dan Diane telah belajar sendiri tentang Yudaisme selama beberapa waktu.

Seperti banyak anggota komunitas itu, mereka percaya nenek moyang mereka adalah orang Yahudi Peru yang melarikan diri dari agama penganiayaan.

Mereka juga mengetahui tentang Yudaisme melalui mereka gereja, yang mengikuti beberapa tradisi Yahudi sambil tetap mempertahankan kepercayaan kepada Yesus kristus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved