Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB Papua

Komunitas Yahudi di Tanah Papua Gunakan Kitab Suci Agama Lain, Bermimpi Tinggal di Tanah Dijanjikan

Shabbat mereka rayakan di rumah seorang bernama Harun dan Diane Hokouoku, yang telah menjadi sinagoga de facto untuk Papua

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Isitimewa
Komunitas Yahudi di Papua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia juga menjadi salah satu tempat komunitas Yahudi berada.

Di tanah Papua, salah satu komunitas Yahudi itu tinggal. Namun, identitasnya cukup samar.

Ada yang mengikuti beberapa tradisi Yahudi sambil tetap mempertahankan kepercayaan kepada Yesus kristus.

Selain itu, banyak anggota komunitas Yahudi di Papua baru 'menemukan diri' mereka sebagai penganut Yudaisme.

Dikisahkan Anna Clare Spelman dalam artikel Jerusalem Post pada 2016, ia mengunjungi sebuah komunitas Yahudi di Papua, di mana anggotanya baru merayakan hari Shabbat selama lima tahun saat itu.

Shabbat sendiri merupakan 'hari istirahat' yang dirayakan setiap Sabtu dalam Yudaisme.

Shabbat mereka rayakan di rumah seorang bernama Harun dan Diane Hokouoku, yang telah menjadi sinagoga (tempat beribadah orang Yahudi) de facto untuk Papua.

Sesaat setelah matahari terbenam, kebaktian dimulai. Seperti halnya di sinagog Konservatif atau Ortodoks di Barat, perempuan duduk di belakang laki-laki.

Beberapa orang hafal doa, sementara banyak yang membacanya dari lembaran kertas atau buku yang diterjemahkan, dan yang lain hanya mendengarkan.

Di sinagoga itu, Harun yang memimpin doa dengan otoritas seorang rabi.

Setelahnya, ada pelukan, serta salam adat Papua.

Harun, yang memegang otoritas rabi, dan Diane telah belajar sendiri tentang Yudaisme selama beberapa waktu.

Seperti banyak anggota komunitas itu, mereka percaya nenek moyang mereka adalah orang Yahudi Peru yang melarikan diri dari agama penganiayaan.

Mereka juga mengetahui tentang Yudaisme melalui mereka gereja, yang mengikuti beberapa tradisi Yahudi sambil tetap mempertahankan kepercayaan kepada Yesus kristus.

Dengan cara yang sama, orang-orang di komunitas Harun dan Diane mengenal Yudaisme.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved