Konflik Cina dan Taiwan
AS Menolak Terlibat dalam Konflik Cina dan Taiwan, Bisa Hancurkan Ekonomi Global
Amerika Serikat menolak terlibat dlama konflik Cina dan Taiwan, mengapa?
TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Koordinator kebijakan Amerika Serikat (AS) untuk Indo-Pasifik, Kurt Campbell menolak seruan agar AS membuat pernyataan jelas terkait konflik Cina dan Taiwan.
AS diminta bersedia membela Taiwan jika mendapat serangan dari Cina.
Hal ini diungkapkan dalam sebuah diskusi oleh FInancial Times, Selasa (4/5/2021).
Menurut Campbell, akan ada kerugian signifikan jika melakukan pendekatan seperti itu.
Di satu sisi, Campbell berpendapat kita harus prihatin terkait kondisi di Taiwan.

Militer Cina. (defensnews/AFP)
Pulau tersebut mendapat tekanan militer yang meningkat dari Cina, yang menganggapnya sebagai provinsi pemberontak.
Namun, melansir Reuters, Campbell menyatakan, dia yakin, ada apresiasi, baik AS maupun Cina, bahwa pemeliharaan status quo atas Taiwan demi kepentingan terbaik kedua negara.
"Saya percaya, ada beberapa kerugian yang signifikan dari apa yang disebut kejelasan strategis yang Anda kemukakan," kata Campbell, ketika ditanya tentang pernyataan dari beberapa akademisi AS terkemuka dan lainnya agar Washington memberikan jaminan keamanan yang lebih eksplisit kepada Taiwan.
Baca juga: Masih Ingat Gus Miftah Ulama NU? Disebut Kafir Karena Ceramah di Gereja, Malah Sentil Anies Baswedan
Baca juga: Ikatan Cinta Rabu 5 Mei 2021: Kondisi Aldebaran Kembali Drop, Andin Murka, Nino Sakit Hati
Sementara AS diharuskan oleh undang-undang untuk memberi Taiwan sarana untuk mempertahankan diri, Amerika Serikat telah lama mengikuti kebijakan "ambiguitas strategis" tentang apakah akan campur tangan secara militer untuk melindungi pulau itu jika terjadi serangan Cina.
Campbell menyebutkan, setiap konflik antara AS dan Cina atas Taiwan kemungkinan besar tidak akan terjadi di wilayah geografis yang kecil.
"Saya pikir, ini akan meluas dengan cepat dan secara fundamental akan menghancurkan ekonomi global dengan cara yang menurut saya tidak bisa diprediksi oleh siapa pun," ujarnya.

Pesawat jet tempur Cina yang terbang di atas barat daya Taiwan. (AFP/Liu Jin)
Risiko jangka pendek dan menengah
Campbell mengungkapkan, ada beberapa kekhawatiran bahwa Cina menilai langkahnya "bebas dari hukuman" setelah tindakan keras terhadap demokrasi di Hong Kong, tapi, Beijing "bisa menarik kesimpulan yang salah" ketika menyangkut tindakannya terhadap Taiwan.
Cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas adalah dengan mengirim pesan terkonsolidasi ke Cina yang menggabungkan diplomasi dan inovasi pertahanan AS, kata Campbell.
Baca juga: Jasa Raharja Sulut Full Support Operasi Ketupat Samrat 2021
Baca juga: Daftar Harga Ponsel Oppo Terbaru Awal Bulan Mei 2021, Oppo A15 Hanya Rp 1 Jutaan
Dia menambahkan, risiko jangka pendek dan menengah sebenarnya berasal dari "kecelakaan dan ketidaksengajaan", mengingat kedekatan pasukan AS dan Cina.
Karena itu, menurutnya, penting untuk membangun kepercayaan antara Washington dan Beijing serta memastikan komunikasi di saat-saat krisis.
Tindakan pencegahan itu mirip dengan pemeriksaan dan pengamanan yang digunakan selama Perang Dingin, Campbell menjelaskan, tetapi Cina enggan menggunakannya.
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 6 Mei 2021, Hari yang Penting Bagi Hidupmu dan Pasangan untuk Zodiak Ini
Baca juga: Larangan Mudik Perbatasan Sulut-Gorontalo Ditutup Besok, Taksi Gelap Gagal Panen Penumpang
"Jadi, kami punya hotline, diketahui ada, beberapa kali kami menggunakannya, dibunyikan di ruang kosong selama berjam-jam," sebutnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.(*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Duh, konflik AS dan China atas Taiwan bisa hancurkan ekonomi global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bencera-china-dan-as-konflik.jpg)