Breaking News:

KKB Papua

OPM Ancam Akan Musnahkan Para Pendatang Setelah KKB Papua Dicap Teroris, Begini Respon Polri

Terkait KKB Papua yang kini di cap sebagai teroris. Hal tersebut karena aksi mereka yang brutal hingga membunuh warga sipil.

TPNPB
Lekagak Telenggen, Komandan TPNPB-OPM/Pimpinan KKB Papua yang dikenal brutal tembak mati Kopassus hingga Tukang Ojek. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait KKB Papua yang kini di cap sebagai teroris.

Hal tersebut karena aksi mereka yang brutal hingga membunuh warga sipil.

Setelah diresmikan sebagai teroris, kini para pendatang di Papua diancam OPM akan dimusnahkan.

Baca juga: Tagih Janji Kampanye Anies Baswedan, Warga Sebut Kedatangan ke Kepulauan Seribu Hanya Simbolik

Baca juga: Joe Biden Ungkap Rahasia Donald Trump, Lakukan Serangan Drone di Luar Zona Perang, Kini Ditangguhkan

Baca juga: Pemkab Sitaro Raih Opini WTP 8 Kali Secara Berturut-turut, Ini Tanggapan Bupati Evangelian Sasingen

Berikut update terbaru KKB Papua dicap sebagai organisasi teroris.

OPM melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melayangkan ancaman akan memusnahkan para pendatang di Papua.

Ancaman ini merespons keputusan pemerintah Indonesia yang menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris.

"Jika Indonesia melanjutkan teror dan genosida terhadap penduduk sipil Papua Barat (seperti yang telah terjadi hampir 60 tahun) dan komunitas internasional tidak ikut campur."

"TPNPB-OPM akan mengumumkan kampanye untuk memusnahkan tidak hanya anggota militer ilegal yang menduduki Papua."

"Tetapi juga orang ilegal dan pemukim lainnya yang mencuri tanah adat dan sumber daya orang Papua Barat," ujar Amatus Akouboo Douw, Dewan Diplomatik TPNPB-OPM yang berbasis di Australia, lewat keterangan tertulis, Minggu (3/4/2021).

Seperti dilansir dari Warta Kota dalam artikel 'KKB Ancam Targetkan Pendatang di Papua, Polri Minta Masyarakat Tak Khawatir'

Halaman
1234
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved