Amalan dan Doa
Syarat & Rukun Itikaf, serta Waktu yang Tepat untuk Melakukan Itikaf di Masjid selama Bulan Ramadan
Arti dari itikaf ialah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Itikaf menjadi salah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan dan memiliki banyak sekali keutamaan.
Jika dilakukan dengan khusyuk dan berdoa sepenuh hati kepada Allah SWT maka membuat kita semakin dekat dengan-Nya.
Itikaf sunnah dilakukan setiap waktu, tetapi yang paling utama (afdhal) jika dilakukan dalam Bulan Ramadan.
Arti dari itikaf ialah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.
Lalu, bagaimanakah tata cara itikaf?
Itikaf pada bulan Ramadan bisa dikatakan sebagai ruang perawatan khusus untuk menghilangkan kanker dosa dari dalam hati.
Itikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia.
Konon Rasulullah selalu melakukan Itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beritikaf selama dua puluh hari.
Ketika beliau tidak bisa itikaf, beliau kemudian menggantinya dengan i’tikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal.
Kesungguhan Rasulullah untuk mengerjakan ibadah yang satu ini juga bisa menjadi motivasi untukmu melakukan hal yang sama.
Syarat dan Rukun Itikaf
Sebelum melakukan Itikaf, penting untuk memperhatikan syarat dan rukunnya, antara lain sebagai berikut:
Pertama, niat, dalam Itikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan.