Breaking News:

Larangan Mudik

Larangan Mudik, Sopir Manado-Makassar Galau, Bakal Nganggur Berhari-hari

"Ini kita lagi bingung. Ini terakhir jalan, setelah ini menunggu. Bisa 20 hari menganggur," ujar Yahya Ahmad, sopir bis Manado-Makassar.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Suasana pool bis Manado-Makassar di Terminal Malalayang, Manado, Jumat (30/04/2021) siang. Larangan mudik membuat sopir angkutan antar provinsi galau. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah membuat para sopir Angkutan Antar Provinsi (AKP) gundah. 

Larangan mudik yang berlangsung 6-17 Mei bakal membuat para sopir menganggur. 

Kondisi Bu Wati yang Tuduh Tetangganya Nganggur Tapi Kaya, Minta Maaf dan Ungkit Bulan Ramadhan

Sosok Mayjen TNI Dessano Indrasakti, Suami Tri Hanurita Mantan Istri Irwan Mussry, Karir Mentereng

"Ini kita lagi bingung. Ini terakhir jalan, setelah ini menunggu. Bisa 20 hari menganggur," ujar Yahya Ahmad, sopir bis Manado-Makassar di Terminal Malalayang, Manado, Sulut, Jumat (30/04/2021) 

Pasalnya, PT Mega Mas, perusahaan jasa angkutan dan ekspedisi Manado Makassar memutuskan pemberangkatan terakhir tanggal 3 Mei 2021.

Pangkalan dibuka lagi beberapa hari setelah larangan mudik."Ya kemungkinan sekitar 20 Mei baru bisa bawa bis lagi," katanya. 

Ia bingung karena sudah di Manado dan tak ada lagi jadwal berangkat. Di satu sisi ia mau Lebaran bersama dengan keluarga di Makassar

"Memang bisa kita nebeng di bis teman yang ada jadwal ke Makassar tapi bis kita siapa yang jaga di sini. Siapa jamin keamanannya?" jelasnya. 

Sebenarnya, Edda, sapaan Yahya, bisa saja membawa bis pulang ke Makassar. "Tapi jalan kosong, siapa menanggung biaya solar. Sekali jalan itu bisa Rp 2 jutaan," kata pria ceking ini. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved