Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Karantina Manado Bidik Serat Abaka Bahan Baku Dollar dari Talaud

Salah satu target eksplorasi Karantina Pertanian Manado adalah serat Abaka di Desa Tarun, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Charles Komaling
Istimewa.
Tim Karantina Pertanian Manado turun lapangan ke Talaud melihat potensi Pisang Abaka yang seratnya bisa jadi komoditas ekspor andalan dari Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  – Memasuki tahun ke 2 Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks), Kementerian Pertanian memiliki target adanya peningkatan nilai ekspor 20 persen.

Berbagai upaya dilakukan seluruh unit kerja Kementerian Pertanian, termasuk Karantina Pertanian Manado.

Karantina Pertanian Manado terus mengeksplorasi wilayah Sulut untuk mengupayakan adanya penambahan volume ekspor maupun jenis komoditas ekspor baru.

Salah satu target eksplorasi Karantina Pertanian Manado adalah serat Abaka di Desa Tarun, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Manado, tahun 2019 serat abaka sudah pernah diekspor ke Inggris dan ditahun 2020 juga masuk pasar Jepang.

“Pekan lalu kami lakukan kunjungan lapangan ke kebun pisang abaka untuk melihat langsung budidaya pisang abaka dan menggali informasi kendala-kendala yang dihadapi petani pisang abaka," ujar Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado melalui keterangan pers, Jumat (30/04/2021).

Menurut Donni, Abaka merupakan tanaman endemik yang tumbuh liar di Talaud namun sekarang sudah mulai dibudidayakan.

Tanaman dengan nama latin Musa textilis termasuk dalam famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.

Bentuknya menyerupai pohon pisang, namun buahnya sangat kecil serta memiliki serat yang sangat kuat dibagian pelepahnya.

Kekuatan serat abaka inilah yang menurut Donni dapat menjadi nilai tambah karena setelah diolah dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tali tambang kapal, karpet, maupun barang-barang souvenir seperti tas, sandal atau topi.

Konon, serat dari batang pisang ini juga digunakan sebagai bahan baku uang kertas dengan kualitas terbaik, sehingga dipakai untuk mencetak dollar Amerika dan euro.

“Serat abaka merupakan salah satu produk unggulan dari Talaud selain kelapa, kopra, cengkih, dan pala," tambahnya.

Kendala harga, mesin, lahan, dan keterampilan

Namun sayang pemanfaatan pohon pisang abaka sebagai produk unggulan belum optimal.

Menurut Alwin Atini, petani pisang abaka, harga serat yang masih rendah menjadi kendala utama yang mereka hadapi saat ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved