Breaking News:

Berita Sulut

Pergantian Rezim Kepala Daerah di Sulut Ancam Jabatan Sekretaris Daerah

Pergantian rezim mengancam PNS yang menjabat Sekda. Adapun sejumlah nama yang posisinya terancam, pertama Sekda Minahasa Utara.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Denny Kaawoan, Jemmy Kubu, Audy Pangemanan, dan Micler Lakat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado Bak sudah tradisi, pergantian rezim kepala daerah diikuti dengan mutasi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai 'jenderal' birokrat

Saat ini ada 7 daerah baru menyelesaikan Pilkada.

Kecuali Bolsel yang Bupati dan wakil Bupatinya melanjutkan periode kedua kepemimpinan, 6 daerah lainnya berganti rezim.

Pergantian rezim ini pun mengancam PNS yang menjabat Sekda.

Adapun sejumlah nama yang posisinya terancam, pertama Sekda Minahasa Utara Jemmy Kubu. kubu merulakan Sekda pada rezim Bupati Vonny Anneke Panambunan-Joppie Lengkong.

Belakangan sudah nama berkembang bakal mengisi posisi Sekda, satu di antaranya Kepala Biro Umum Pemprov Sulut, Clay Dondokambey.

Kedua, Sekda Kota Manado, Micler Lakat. Micler merupakan Sekda saat ini di rezim pemerintahan Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Mor Bastian.

Rezim pemerintahan akan berpindah ke Andrei Angouw - Richard Sualang. Belakangan sudah berkembang akan ada Sekda baru nanti. Dua nama yang mencuat yakni Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jemmy Kumendong dan Kepala Biro Umum Clay Dondokambey.

Nama lain yang terancam yakni Audy Pangemanan, Sekda Kota Bitung.

Audy merupakan sekda di rezim Max Lomban-Maurits Mantiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved