Breaking News:

Berita Minahasa

Minta Ketua DPRD Minahasa Tinjau Lokasi, Warga Desa Sea Tetap Tolak Pembangunan Perumahan

Warga Desa Sea, Minahasa, Sulawesi Utara, tetap menolak pembangunan perumahan Lestari 5 oleh PT Bangun Minanga Lestari

Lefrando Gosal
Warga Desa Sea Tetap Tolak Pembangunan Perumahan 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Desa Sea, Minahasa, Sulawesi Utara, tetap menolak pembangunan perumahan Lestari 5 oleh PT Bangun Minanga Lestari.

Hal tersebut disampaikan perwakilan warga Desa Sea, Raymond Pesik usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Minahasa, Rabu (28/04) siang.

Menurutnya, pembangunan Perum Lestari 5 harus dihentikan. Pihaknya tidak akan memberikan peluang adanya pembangunan di kompleks mata air Kolongan.

“Tetap tolak. Tidak ada lagi memberikan peluang kepada siapapun melaksanakan pembangunan yang ada di lokasi Desa Sea dalam hal ini di kompleks hutan mata air Kolongan,” tegas Pesik.

Baca juga: TNI AD di Bitung Jaga Keamanan di Masjid dan Gelar Patroli Gabungan

Baca juga: Pengerjaan RTLH Milik Nenek Jatia Dikebut, Dandim Bolmong Targetkan Selesai Sebelum Idul Fitri 

Baca juga: Masyarakat Tomohon Diminta Jangan Main-main Gunakan PSC 119

Karena tidak ada hasil dalam RDP, Pesik memastikan bahwa warga Desa Sea tetap akan menduduki lokasi pembangunan.

Warga Desa Sea akan mempertahankan lahan milik rakyat itu.

“Kami tetap akan duduki jalan yang kami punya. Kami tetap akan pertahankan lahan yang sudah dijual belikan karena lahan itu adalah lahan aset desa, lahan negara juga punya, dan rakyat punya,” ungkap Pesik.

Hadir juga dalam RDP, matan hukum tua Desa Sea, Ronny Tulangouw. Ia meminta agar Ketua DPRD Minahasa, Glady Kandouw dapat melaksanakan peninjauan lokasi agar tahu persis fakta yang terjadi di lapangan.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Minahasa
Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Minahasa (Lefrando Gosal)

“Kita datang dengan masyarakat bukan karena politik, tapi ini karena panggilan hati nurani. Ibu kami mohon turun lapangan dan priksa lokasi.

Torang boleh bayangkan itu hutan yang seharusnya dilindungi sudah digusur karena perusahaan sudah beli. Ibu Ketua kami mohon supaya turun ke lapangan dan lihat situasi dan kondisi,” pinta Tulangouw.

Halaman
12
Penulis: Lefrando Andre Gosal
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved