Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak
Sosok Raditaka Mardyansah adalah Tulang Punggung Keluarga, Ternyata Perjuangannya Tidak Gampang
"Dika tulang punggung, saya sangat kehilangan, dia anak yang baik, disiplin. Sudah 6 tahun di TNI," ucapnya dengan nada bergetar.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah dinyatakan kapal selam KRI Nanggala 402 dan semua krunya gugur sangat menghebohkan dunia.
Terlebih khusus masyarakat Indonesia yang kehilangan 53 orang terlatih.
Berbagai kisah sedih datang dari keluarga para kru yang telah gugur dalam latihan kapal selam KRI Nanggala 402.
Ada yang baru menikah, istri sedang mengandung ada juga yang menjadi tulang punggung keluarga.
Untuk menjadi seorang prajurit tak seperti membalikkan telapak tangan.
Banyak tes dan latihan yang harus dilewati calon prajurit ini.
Itulah yang dirasakan Kls Isy Raditaka Mardyansah (26), ABK kapal selam KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tugas.
Kariernya untuk masuk di korps TNI tidaklah mudah, bahkan disebut pernah gagal lebih dari sekali.
Hal itu disampaikan Mugiyono (56), ayah Raditaka Mardyansah (Dika) saat didampingi istrinya, Sutiah.
Diungkapkannya, Dika dua kali gagal menjadi anggota TNI saat mendaftar.
Pada pendaftaran ketiga, akhirnya ia berhasil dan memilih angkatan laut.
"Tiga kali daftar baru diterima, ya jadi gagal dua kali," katanya saat ditemui di rumahnya, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Tuban, Senin (26/4/2021).
Ia menjelaskan, setelah diterima bergabung dengan TNI sekitar tahun 2015, Dika menjadi tulang punggung keluarga.
Sebab, kakaknya yang juga sebagai anggota TNI bertugas di luar Pulau Jawa dan sudah menikah.
Dika juga memiliki dua adik yang belum bekerja, rencana adik ketiga juga akan mengikuti kariernya sebagai anggota TNI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/11112.jpg)