Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

MUI Minta Umat Islam Gelar Salat Gaib untuk Awak Kapal Nanggala-402

Tenggelamnya kapal selam milik TNI AL tidak hanya menjadi kabar duka bagi keluarga para awak kapal, tetapi juga duka seluruh Indonesia.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Twitter @JurnalMaritim
Suasana di atas KRI Nanggala-402. Kapal Selam KRI Nanggala 402, Kerap Emban Misi Rahasia, Terlibat Sengketa Blok Ambalat sebagai ujung tombak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoSeluruh umat Islam di Indonesia diminta untuk menggelar salat gaib bagi para awak kapal KRI Nanggala-402 yang telah dinyatakan subsunk atau tenggelam.

"Mari melaksanakan salat gaib agar semua dosa mereka diampuni dan pengabdian serta pengorbanan yang telah mereka berikan kepada bangsa dan negaranya menjadi ibadah serta mendapatkan ganjaran pahala yang sebesar-besarnya dari-Nya," ujar Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas dalam keterangan persnya, Minggu (25/4/2021).

Menurut Anwar, peristiwa tenggelamnya kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) tersebut tidak hanya menjadi kabar duka bagi keluarga para awak kapal, tetapi juga duka seluruh masyarakat Indonesia.

Anwar juga mengajak seluruh umat untuk tetap berharap agar KRI Nanggala-402 dapat ditemukan meski statusnya sudah dinyatakan tenggelam.

Selain itu, Anwar juga meyakini apabila para awak KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur, maka mereka telah meninggal dengan terhormat.

Terpisah, ratusan santri Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, Jarakan Ponorogo, menggelar doa bersama atas hilangnya KRI Nanggala 402.

Kegiatan doa dan tahlil dilakukan di aula Sunan Kalijaga Ponpes yang didahului pemutaran video 3D tentang kapal selam yang tenggelam.

Dengan khusyuk para santri dan santriwati memanjatkan doa dan tahlil yang ditutup dengan pembacaan puisi serta pernyataan duka untuk KRI Nanggala 402 yang telah dinyatakan Subsunk.

Mereka berdoa agar KRI Nanggala 402 bisa segera ditemukan dalam kondisi apapun.

"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan kami atas hilangnya KRI Nanggala 402 serta 53 kru TNI AL yang berada di dalamnya," kata Juru bicara Ponpes Ittihadul Ummah, Murdianto.

Penyampaian duka cita serta gelaran doa bersama ini juga diharapkan bisa memberikan dukungan moral untuk seluruh keluarga para Anak Buah Kapal (ABK) KRI Nanggala 402 agar selalu diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi musibah yang terjadi.

Sebagai kaum santri, musibah ini menjadi pembakar semangat agar kedepan semakin giat belajar dengan penuh dedikasi, serta berdoa untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

"Musibah ini menjadi refleksi agar santri bisa lebih giat belajar dan bercita-cita memberikan pengorbanan yang terbaik untuk bangsa negara, sebagaimana diteladankan para awak kapal KRI Nanggala 402," ujar Murdianto.

Hal serupa juga dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Karangasem. Doa bersama dilaksanakan di MTs Ma'arif, Banjar Dinas Kecicang Islam, Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Ketua Rijalul Ansor Cabang Karangasem, Sukri Ariyadi mengatakan, keluarga besar Ansor Kabupaten Karangasem memohon kepada Allah SWT agar kapal selam yang hilang kontak bisa ditemukan, anak buah kapal (ABK) serta anggota lainnya bisa diberikan keselamatan, dan pencarian dipermudah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved