Breaking News:

Berita Kotamobagu

Kotamobagu 'Sumbang' Pasien Positif Covid-19 Terbanyak di Sulut Dalam Tiga Hari Terakhir

Pihak Dinas Kesehatan sendiri telah mengusulkan pemisahan antara warga binaan yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi. 

Istimewa.
Tim dari Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu ketika melakukan penyemprotan di Rutan Kota Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terhitung ada 98 warga binaan dan petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kota Kotamobagu, terinfeksi virus Covid-19 tiga hari terakhir.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, Tanty Korompot ketika dihubungi oleh media, Senin (26/04/2021). 

Ia menjelaskan, jumlah 98 orang tersebut tidak terkonfirmasi pada hari yang sama, melainkan 61 kasus terkonfirmasi dan diumumkan pada Jumat (23/04/2021) lalu, dan 37 kasus pada Minggu (25/04/2021) kemarin. 

“Pihak kami masih melakukan tracing hingga saat ini. Karena memang cukiup sulit untuk mengetahui awal mula penyebaran dari siapa, sebab ada beberapa warga binaan yang baru masuk dan bukan berasal dari Kotamobagu,” jelas Tanty. 

Tanty menambahkan, warga binaan terkena dampak paling tinggi, sebanyak 92 tahanan dan narapidana telah terinfeksi, sedangkan pegawai Rutan hanya sebanyak 6 orang. 

Pihak Dinas Kesehatan sendiri telah mengusulkan pemisahan antara warga binaan yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi. 

“Iya langsung dipisah untuk isolasi mandiri. Tapi semuanya masih di dalam Rutan, tidak ada yang dibawa keluar,” imbuhnya. 

Tanty berkata, ada indikasi penularan dimulai dari petugas. 

“Kami telah menyemprotkan desinfektan di seluruh sel sebanyak dua kali dalam kurun tiga hari ini. Kalau warga binaan, sudah diberi vitamin, masker, dan kami juga memberikan penyuluhan singkat tentang pentingnya protokol kesehatan,” jelas Tanty. 

Ia pun menambahkan, sesuai kabar dari pihak Rutan, seluruh petugas akan divaksin untuk menghindari adanya petugas yang menjadi carrier. 

Untuk saat ini, Rutan Kotamobagu masih melarang adanya kunjungan kepada warga binaan. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya peningkatan kasus Covid-19. 

Dengan bertambahnya kasus yang signifikan ini, status Kota Kotamobagu yang awalnya zona resiko rendah (kuning) menjadi zona resiko sedang (orange). 

“Kami akan terus maksimalkan vaksinasi kepada seluruh masyarakat dan akan mencari solusi agar tidak ada lonjakan kasus,” ujar Tanty. 

Ia mengakui bahwa Kotamobagu “menyumbangkan” angka positif yang cukup banyak, sebab sejak Februari 2021, Sulawesi Utara belum pernah mencatatkan kasus positif 50 orang dalam satu hari. 

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Penulis: Theza Gobel
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved