Reshuffle Kabinet
Putra Nababan Rahasiakan Hasil Pertemuan Jokowi-Megawati 10 Hari Lalu, Sebut Nama Sekjen PDIP
Banyak kalangan yang bertanya-tanya apa penyebab reshuffle Kabinet belum dilakukan. Ada yang beranggapan Jokowi dan parpol koalisi
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Banyak kalangan yang bertanya-tanya apa penyebab reshuffle Kabinet belum dilakukan. Ada yang beranggapan Jokowi dan parpol koalisi terutama dengan PDI Perjuangan masih ada hal-hal yang perlu dibicarakan lagi.
Terbaru muncul pengakuan dari politisi PDI Perjuangan bahwa Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sudah bertemu.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan mengungkap bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Putra mengatakan informasi itu ia dapatkan dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Menurutnya Jokowi dan Megawati bertemu 10 hari lalu.
"Kalau dapat informasi dari Pak Sekjen PDIP, Pak Hasto, pertemuan itu memang beliau (Jokowi) dengan Ibu Megawati dilakukan secara rutin dan pertemuan terakhir berlangsung 10 hari yang lalu," ujar Putra, dalam diskusi daring 'Jangan Pegel Nunggu Reshuffle', Sabtu (24/4/2021).
Ketika disinggung apakah keduanya membicarakan perihal isu reshuffle yang sedang menjadi perhatian, Putra menampiknya.
Mantan jurnalis itu mengatakan, Jokowi dan Megawati hanya membahas sejumlah isu yang strategis.
"Dari informasi yang kita dapat, biasanya Ibu (Megawati), kan, selalu bertemu berdua dengan Pak Jokowi tanpa didampingi. Hal-hal yang selalu dibahas memang hal-hal strategis, terkait fundamental, ideologi, dan lain sebagainya. Dan itu terjadi 10 hari yang lalu," jelas Putra.
Putra lantas menjelaskan bahwa kesepakatan DPR untuk melebur dan membentuk kementerian baru itu terjadi 15 hari lalu.
Baca juga: Barang-barang Kapal Selam KRI Nanggala Ditemukan, Mungkinkah Sengaja Dikeluarkan Krunya?
Baca juga: INFO TERKINI KRI Nanggala-402, Bukti Komponen Serpihan Kapal Ditemukan, Alat Sholat hingga Pelumas
Sementara pertemuan Jokowi dan Megawati terjadi 10 hari lalu.
Meski tak bisa memastikan apakah terjadi pembahasan teknis detail seperti reshuffle, namun Putra meyakini Megawati adalah sosok yang paham bahwa reshuffle merupakan hak prerogratif presiden.
"Tapi saya yakin Ibu Ketum yang merupakan Presiden ke-5 Indonesia mengerti betul kewenangan presiden, memahami, dan menghormati betul ketatanegaraan, dan juga tentunya hal-hal strategis yang selalu dibahas bersama presiden," kata Putra.
Bahkan, Putra menceritakan Jokowi sebenarnya sudah kerap berkonsultasi dan bertemu dengan Megawati sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Akan tetapi, Megawati disebutnya selalu menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Jokowi.