Breaking News:

Berita Sitaro

Disperindag-Naker Sitaro Bakal Turun Lapangan Edukasi Pengusaha Soal THR Karyawan

Atensi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindag-Naker) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Istimewa
Ilustrasi THR 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan perusahaan maupun tenaga kerja pada berbagai bidang usaha menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan.

Hal ini pun menjadi atensi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindag-Naker) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Selain melakukan pengawasan terhadap realisasi pembayaran THR, langkah edukasi kepada para pengusaha tentang kewajiban membayar THR juga akan dilakukan Diseprindag-Naker Sitaro.

"Rencanya minggu depan kita akan turun memberikan edukasi dan sosialisasi bagi pengusaha-pengusaha tentang kewajiban membayar THR," kata Kepala Diseprindag-Naker Sitaro, Jostanlie Bogar, Jumat (23/04/2021). 

Menurut Bogar, pembayaran THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan atau pelaku usaha kepada para tenaga kerja.

Olehnya, Disperindag-Naker akan melakukan pengawasan terhadap realisasi pembayaran THR ini.

"Kalau ada (perusahaan/pelaku usaha) yang tidak membayar, akan kita berikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Bogar.

Disebutkan, mayoritas tenaga kerja di Sitaro terdata sebagai karyawan pada perusahaan yang bergerak di sektor usaha perdagangan atau pekerja toko. 

Namun demikian, ada sebagian yang masuk dalam daftar pekerja pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

"Tapi meskipun pekerja toko, mereka tetap berhak mendapatkan THR. Inilah yang akan kita sampaikan kepada para pelaku-pelaku usaha pertokoan," lanjutnya.

Terkait besaran THR, khususnya bagi para pekerja toko, Bogar mengaku agak kesulitan mengatur hal tersebut. 

"Jangankan besaran THR, upah kerja saja rata-rata di bawah Upah Minimum Provinsi. Lain halnya dengan pekerja BUMN maupun BUMD yang memang sudah jelas besarannya," ungkap Bogar. 

Data yang diperoleh dari Disperindag-Naker Sitaro mencatat, jumlah pekerja yang ada di Sitaro mencapai 716 orang yang terdiri dari 469 pekerja laki-laki dan 347 perempuan.

Sedangkan jumlah perusahaan mencapai 113 dan terbagi dalam dua bentuk sektor usaha, yakni jasa dan perdagangan. (HER)

Asik, 2.400 ASN di Bolmut Terima THR, Lasena: Dibayarkan H-10 Sebelum Hari Raya Idul Fitri

Siapkan Proses Belajar Tatap Muka di Sekolah, Depri Pontoh: Syaratnya Harus Patuhi Prokes

Masih Ingat Indra Bekti? Dulu Presenter Top, Kini Bisnis Bangkrut, Terpaksa Hentikan Cicilan Rumah

Berita tentang Sitaro lainnya. 

Penulis: Octavian Hermanses
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved