Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kartini Sulut

Sri Ratna Pasiak, Kartini Masa Kini dari Bumi Porodisa Talaud

Hari ini 21 April, adalah Hari Kartini. RA Kartini dilahirkan pada 21 April 1879 di Jepara dan meninggal pada 17 September 1904 di Rembang.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Dr. Sri Ratna Pasiak SPd. MPd 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoSiapa yang tak mengenal Raden Ajeng Kartini? Pahlawan Nasional Indonesia yang juga dikenal sebagai pionir dalam hal edukasi bagi perempuan. 

Hari ini 21 April, adalah Hari Kartini. RA Kartini dilahirkan pada 21 April 1879 di Jepara dan meninggal pada 17 September 1904 di Rembang.

Kartini dikenal sebagai pembela dan pejuang hak-hak perempuan sepanjang hidupnya. 

Ia merupakan sosok yang cerdas, independen, dan berani memperjuangkan emansipasi perempuan ketika patriarki masih begitu kental dalam masyarakat  kala itu.

Banyak perempuan Indonesia yang terinspirasi dari Kartini. Salah satunya Dr Sri Ratna Pasiak Spd MPD. 

"Di Hari Kartini ini, kamu bisa menjadi penyemangan bagi penerus kartini-kartini muda dengan slogan atau kata-kata yang paling dikenal yaitu: habis gelap terbitlah terang," ucapSri Ratna Pasiak saat ditemui Tribun Manado dalam wawancara singkat di kantornya Rabu (21/4/2021). 

Sri Ratna Pasiak mengatakan, kaum perempuan atau Kartini masa kini harus mampu keluar dari zona nyaman dan menjadi perempuan yang merdeka atau mandiri. 

"Kaum perempuan dapat memperjuangkan hak-haknya, menemukan jadi dirinya dan berpengaruh terhadap masyarakat luas sebagai pembangun perabadan. Bukan sebaliknya, berada dalam belenggu sebagai pelayan bagi laki laki," terangnya.

Bagi Sri Ratna Pasiak, perempuan bukan hanya melulu berurusan dengan urusan rumah tangga. 

Perempuan kata Sri Ratna Pasiak juga harus mampu membuka tabir bahwa perempuan perlu mempelajari banyak hal, termasuk bisa menjadi seorang pemimpin.

"Artinya perempuan dapat mengambil peran dalam pembangunan dan menjadi seseorang yang berpengaruh (Pemimpin) dari berbagai bidang," jelas perempuan yang saat ini menduduki jabatan strategis sebagai Kacabdin di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Ia mengatakan, secara umum di Indonesia dan secara khusus di Kabupaten Kepulauan Talaud, sudah banyak perempuan yang berperan dan menjadi seorang yang disegani karena karierinya, entah di instansi pemerintahan atau sebagai pekerja swasta.

Namun kata Sri Ratna Pasiak, lebih dari itu seorang kartini tidak harus lupa bahwa, Dirinya memiliki kodrat sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT).

"Jadi setinggi tingginya jabatan dan pendidikan seorang perempuan, tetap menyandang status sebagai istri dan seorang mama bagi keluarga nya," ucapnya.

Dengan demikian, katanya, perempuan harus tau menempatkan waktu dalam berkarya sehingga ada balance antara karir dan keluarga.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved