Ramadan di Sulut
Roti Kukus Kampung Arab, Kuliner Saksi Syiar Islam Awal di Manado dan Bumbu Penyedap Toleransi
Roti kukus. Roti ini hanya ada di Kampung Arab. Kemunculan roti ini hanya saat bulan Ramadan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kampung Arab di Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulut, punya menu spesial saat berbuka puasa.
Namanya roti kukus. Roti ini hanya ada di Kampung Arab.
Kemunculan roti ini hanya saat bulan Ramadan.
Latar belakang sejarahnya masih simpang siur.
Salah satu versi yang dipercaya masyarakat, roti ini dibawa oleh para saudagar Yaman kali menginjakkan kaki di Kota Manado pada abad 15 untuk berdagang dan syiar Islam.
Kampung Arab terletak di pusat kota Manado, berdampingan dengan Kampung Cina.
Dari bandar Samratulangi berjarak sekira 12 kilometer.
Akses lancar. Lewat jalur darat menggunakan kendaraan umum atau transportasi online.
Tribun Manado mengunjungi Kampung Arab Rabu (21/4/2021) pagi.
Roti tersebut dapat ditemui di hampir setiap lapak penjual kue ramadan.
Tribun singgah di lapak milik Suriati yang berada di sisi utara kampung arab.
Roti itu digelar sebagai dagangan utama, dipajang di tengah - tengah deretan kue.
Bentuknya mirip gulungan dengan bawang putih goreng bertebaran sana sini.
"Kue ini khas kampung arab. Hanya ada di kampung arab dan muncul hanya saat bulan ramadan," kata dia.
Menurut cerita, ujar dia, roti itu dibawa nenek moyang mereka yaitu para saudagar Yaman saat tiba di Manado pada abad 15 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/roti-kukus-kampung-arab-kelurahan-istiqlal-kecamatan-wenang-kota-manado-provinsi-sulut.jpg)