Breaking News:

Torang Kanal

Miranda Van Bone Menjadi Menjadi Kartini Modern

Hari Kartini bukan sekadar jadi peringatan tahunan tanpa arti. Demikian kata Miranda Van Bone.

Kolase / Istimewa
Miranda Van Bone 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.IDHari Kartini bukan sekadar jadi peringatan tahunan tanpa arti. Demikian kata Miranda Van Bone.

"Hari Kartini adalah selebtsi bagi wanita kuat dan hebat di Indonesia bukan sekadar merayakan memakai kebaya dan sebagainya," ujar Miranda kepada Tribun Manado, Rabu (21/04/2021).

Hari Kartini menjadi momen bagi setiap perempuan untuk menjadi berani mengekspresikan diri di berbagai bidang.

Kata Sekretaris BRI Kanwil Manado ini, tantangan wanita masa kini yaitu masih  ada saja yang tidak memiliki kepercayaan diri bahwa mereka mampu untuk melakukan sesuatu hal yang besar.

Baca juga: Elly Engelbert Lasut Mantap Presentasikan Perkembangan KEK Pada 27 April Mendatang

Baca juga: SOSOK Mayjen TNI Teguh Arief, Asintel Jenderal Andika Perkasa, Ditugaskan Usut Pengeroyokan Kopassus

Baca juga: Disdagkop-UKM Kota Kotamobagu Gelar Pasar Murah Di Bulan Ramadan

Katanya, nilai-nilai perjualan RA Kartini masih sangat relevan diperjuangkan di era modern ini. "Kita harus jadi Kartini modern," kata pemilik kulit kuning langsat ini.

Ia mencatat, nilai yang patut diteladani dari Kartini ialah wanita harus memiliki kecerdasan emosional dan intelektual.

Kata emansipasi dan kesetaraan gender tetap harus terus diperjuangkan.

"Tidak dapat dipungkiri masih banyak wanita yang dianggap sebelah mata oleh kaum lelaki," kata alumnus Unika De La Salle Manado ini.

Baca juga: Istri Kerjasama Selingkuhan Bunuh Suami saat Berhubungan, Pemicu Adalah Cinta Segi Tiga

Baca juga: Cinta Terlarang Kakak Beradik, Bos Wajan Dibunuh Istri dan Sepupu, Ternyata Miliki Hubungan Gelap

Baca juga: Kendala Finansial, Lionel Messi dan Ronald Koeman Terancam di Lego Barcelona, Kecuali Jawara LaLiga

Miranda menyebut perjuangan kaum perempuan masih berlangsung dalam banyak sektor kehidupan.

Katanya, kaum perempuan masih mendapat diskriminatif. Contohnya dalam hal kebebasan berbusana.

"Banyak yang mengartikan cara perempuan berpakaian menjadi kesempatan bagi pelecehan. Padahal wanita disini adalah korban akan tetapi tetap saja disalahkan," kata perempuan kelahiran 10 Juli 1993 ini.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Malam, Pemuda Naik Aerox Tewas, Korban Oleng Lalu Terjatuh dan Tabrak Kijang

Baca juga: Peringatan Dini Besok Kamis 22 April 2021, BMKG: Ini 11 Wilayah yang Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Beriman Wilken Tomohon Masih Normal

Menurutnya, perlindungan bagi kaum perempuan menjadi tugas semua. Secara pribadi, keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Ia pun mengutip satu quote dari  RA Kartini yang menjadi favoritnya.

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri," ujar pemilik akun Instagram @mirandavanbone.(ndo)

Baca juga: 11 SKPD di Bolmong Bermasalah Terkait Aset, Mulai dari Dinkes Hingga ke Dinsos

Baca juga: Oknum PNS Tipu Tenaga Honorer hingga Dapat Miliaran Rupiah, Modusnya Dijanjikan jadi PNS

Baca juga: Onyo Ungkit Mama Tak Belikan Baju Waktu Kecil Sama Seperti Kakak dan Adiknya,Ngga Apa-apa

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved