Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Hari Kartini 21 April, Rita Tamuntuan Dilantik Ketua BKOW, Ini Harapan Istri Gubernur Olly

Para perempuan di Sulut ikut memperingatinya, semisal Rita Tamuntuan, Istri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Rita Tamuntuan, Istri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. 

Soekarno juga menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.

Berpuluh-puluh tahun sejak ditetapkan, Hari Kartini selalu dirayakan cukup meriah.

Biasanya masyarakat menggunakan pakaian adat daerah masing-masing sebagai perlambang Bhineka Tunggal Ika.

Biografi R.A. Kartini hingga Penerbitan Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879, ia dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita.

Ayahnya seorang bangsawan Jawa, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan Bupati Jepara.

Awalnya, Kartini memiliki kesempatan untuk bersekolah.

Kemudian, ayahnya menyekolahkan Kartini di ELS (Europese Lagere School), sebagaimana dilansir lpmpriau.kemdikbud.go.id.

Sehingga, Kartini bisa belajar bahasa Belanda.

Disebabkan kebiasaan kala itu, anak perempuan harus tinggal di rumah untuk ‘dipingit’, maka Kartini hanya bersekolah hingga usia 12 tahun.

Di sinilah sejarah perjuangan R.A. Kartini bermula.

Ketika tinggal di rumah, dia memanfaatkan belajar sendiri dan membaca.

Bahkan, dia juga menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda.

Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya.

Dari Abendanon, Kartini mulai sering membaca buku-buku dan koran Eropa yang menyulut api baru di dalam hati Kartini, yaitu tentang kemajuan berpikir perampuan Eropa.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved