Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana di Sumba Timur

Darurat Bencana, Warga Sumba Timur Masih Butuh Uluran Tangan

Sekitar 100 kepala keluarga di wilayah Maidang, saat ini terisolir akibat putusnya jembatan. Sehingga bantuan pangan dan obat-obatan sulit menjangkau.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation membawa bantuan bagi korban bencana di Sumba Timur. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado Hampir dua pekan setelah banjir dan badai yang melanda Sumba Timur, NTT beberapa wilayah dilaporkan masih terisolasi.

Ambil contoh Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, 45 km dari Kota Waingapu. Jembatan yang membentang di atas sungai Maidang, hancur diterjang banjir.

Sekitar 100 kepala keluarga di wilayah Maidang, saat ini terisolir akibat putusnya jembatan. Sehingga bantuan pangan dan obat-obatan sulit menjangkau mereka.

"Sejauh ini baru ada bantuan dari pemerintah berupa beras 1.25 ton bagi 225 kepala keluarga. Warga masih sangat membutuhkan bantuan," ujar Akhmad Zaeni, relawan mitra Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation dari Waingapu, Rabu (21/04/2021).

Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation membawa bantuan bagi korban bencana di Sumba Timur.
Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation membawa bantuan bagi korban bencana di Sumba Timur. (Istimewa.)

Sekitar 90 persen lahan pertanian warga seluas 30 hektar, lanjut Zaeni, hancur terendam lumpur. Padahal mata pencarian warga utamanya dari bertani.

Akibatnya mereka terancam gagal panen, sehingga warga tidak memiliki sumber pendapatan.

Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation dan bekerja sama dengan relawan lokal memberikan bantuan melalui posko mobile bagi warga Desa Maidang.

"Sesuai pendataan kebutuhan, kami memberikan bantuan yang mendesak diperlukan warga. Yaitu berupa bantuan pangan terdiri dari beras, minyak goreng, ikan asin, garam dan biskuit," kata Roby Hervindo, Sekretaris Universitas Pertamina.

Selain kebutuhan pangan, akses kesehatan juga sangat dibutuhkan warga. Dengan terputusnya jembatan, warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation membawa bantuan bagi korban bencana di Sumba Timur.
Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation membawa bantuan bagi korban bencana di Sumba Timur. (Istimewa.)

Bantuan dikirimkan melalui posko mobile karena jalur ke Maidang berupa tanjakan terjal, hanya bisa dilalui kendaraan roda empat 4x4 sehingga sulit mendapatkan akses bantuan.

Posko mobile dilengkapi dua mobil angkut sembako, satu mobil angkut alat kebersihan dan satu mobil membawa tim kesehatan yang bertolak ke Desa Maidang.

Tidak hanya itu, setibanya di lokasi air terjun Lakolat yang bercabang ke tiga sungai, bantuan diseberangkan manual ke desa juga dengan rakit dari batang pisang.

Agus Mashud, President Director Pertamina Foundation yang memimpin pelaksanaan bantuan bagi korban bencana, menekankan pentingnya perhatian penanganan pasca bencana.

Warga Sumba Timur praktis kehilangan mata pencaharian akibat bencana banjir dan badai seroja. Ternak dan tanaman pertanian sirna dihantam banjir.

"Wilayah lain yang tidak terdampak langsung oleh banjir, ikut menderita akibat jebolnya bendungan. Sehingga mereka tidak bisa mengairi lahan pertaniannya," tutur Agus.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved