Penjelasan BMKG
Penjelasan BMKG Manado Terkait Kejadian Thypoon Surigae di Sangihe dan Talaud
Cuaca ekstrim yang melanda Tahuna, Kepulauan Sangihe dan Kecamatan Beo Melonguane Kepulauan Talaud disebabkan adanya Thypoon Surigae.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pada Senin (19/4/2021) sekitar pukul 07.00 - 11.00 Wita telah terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang di daerah Kepulauan Sulut yang mengakibatkan banjir dan beberapa rumah warga serta fasilitas umum roboh.
Cuaca ekstrim yang melanda Tahuna, Kepulauan Sangihe dan Kecamatan Beo Melonguane Kepulauan Talaud itu disebabkan adanya Thypoon Surigae.
• Kisah Pria Idap HIV Sejak Kuliah, Disumpahi Guru SMP Jadi Sampah Masyarakat, Kini Kuliah S2 di Eropa
• Sosok Soesalit Djojoadhiningrat, Anak RA Kartini Tak Setenar Ibunya, Ditinggal Orangtua Saat Kecil
• HASIL Indonesian Idol Diumumkan Pekan Depan, Siapakah The Next Indonesian Idol?
Berdasarkan Analisa BMKG, Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi melalui Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi di Manado Ben Arthur Molle membenarkan situasi akibat Thypoon Surigae tersebut.
"Berdasarkan analisis kondisi Dinamika Atmosfer terdapat Thypoon SURIGAE dengan daerah tekanan rendah 925 hPa dan kecepatan maximum 120 Knot atau 240 KM/Jam," katanya, Senin (19/4/2021).
Ia melanjutkan, sehingga menyebabkan terjadi kecepatan angin signifikan serta konvergensi atau perlambatan massa udara di wilayah utara Sulawesi Utara (termasuk wilayah Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud) dan menjadi faktor pendukung proses konvektif.
Kondisi ini menyebabkan terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dengan kecepatan maximum mencapai 30 Knot atau 60 Km/Jam yang tercatat di Pos Meteorologi Melonguane, Kabupaten Kepualauan Talaud.
Pengaruh dampak tidak langsung dari Typhon Surigae terhadap peningkatan kecepatan angin juga menyebabkan ketinggian gelombang menjadi signifikan sebesar 1.25 - 3.0 meter terjadi di Perairan Talaud, Sangihe dan perairan Sitaro.
Pergerakan Typhon ini sudah semakin menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan besok hari tanggal 20 April 2021 berada di 1350 KM dari Kepulauan Sangihe.
Kondisi cuaca secara umum di sebagian wilayah Sulawesi utara yaitu cerah berawan hingga hujan ringan dan hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah khususnya Minahasa, Talaud, Sangihe, Sitaro, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara bagian Utara.
Masyarakat tetap dihimbau untuk mengantisipasi potensi angin kencang yang dapat terjadi terlebih khusus di wilayah pesisir barat Sulawesi Utara serta tetap mengantisipasi cuaca ekstrim yang dapat terjadi pada periode peralihan (April dan Mei 2021).
• Kumendeng-Panelewen-Angouw Bersaing Jabat Ketua Umum PTMSI
• CHORD Gitar dan Lirik Lagu Cerito Loro - Putri Andien ft TTM Akustik, Seng Gede Pangapuramu
• Sulawesi Utara Hari Ini Cerah Berawan Sepanjang Hari, Info Terbaru Prakiraan BMKG 20 April 2021
Berita tentang Manado lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/cuaca-ekstrim-melanda-tahuna-kepulauan-sangihe-dan-kecamatan-beo-melonguane-kepulauan-talaud.jpg)