Ramadan 2021
Ghibah, Nyinyir dan Julid di Medsos Bisa Bikin Puasa Batal? Ini Penjelasan Ustaz
Apakah kegiatan mengumpat online atau nyinyir di medsos bisa mengakibatkan batalnya puasa seseorang?
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa)." (HR. Bukhari).
Hadis di atas adalah dalil orang yang menjalankan ibadah puasa sudah semestinya menahan diri dari perkataan kotor.
Masalah ini seperti cacian maupun umpatan dan perkataan dusta sebagaimana menahan diri dari makan dan minum.
Akibat yang ditanggung, jika umat muslim yang menjalankan ibadah puasa namun tidak bisa menahan diri dari ucapan kotor dan dusta, maka nilai ibadah puasanya menjadi berkurang.
Tindakan tak baik tersebut juga menjadikan penyebab munculnya kebencian Allah SWT, bahkan bisa berujung pada tidak diterima puasanya.
Oleh sebab itu, seorang muslim dilarang untuk melontarkan umpatan dan cacian menyakitkan kepada orang lain.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda memperingatkan terkait sikap dan tutur kata berikut ini :
"Apabila salah satu dari kalian sedang menjalankan ibadah puasa, maka janganlah berkata kotor, dan jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencelanya atau menyakitinya maka ucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa," (HR. Bukhari).
Musta'in menjelaskan, orang-orang yang mengumpat itu tidak lebih hanya mendapat lapar dan haus saja, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW.
"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga," (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir).
Musta'in memberikan tips yakni dengan melakukan pengendalian diri agar tak sampai melontarkan umpatan.
Dia juga menambahkan untuk menggunakan media sosial untuk lebih memperkuat ukhuwah atau persatuan antar anak bangsa.
"Toh, hakikat puasa itu menahan diri (imsak), istilah gaulnya, kalau baperan jangan berselancar di arus medsos," ujar dia.
"Saling membantu, juga saling wasiat kebenaran dan kesabaran, dengan cara yang baik dan bijak, Bil hikmah wal mauidhotil hasanah," terang Musta'in.
Artikel Lain Tentang Ramadan 2021
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ghibah dan Komentar Julid di Medsos Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasan Ustaz
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-gosip.jpg)