Philip Mantofa

Kisah Philip Mantofa, Alami Kejang-kejang & Tak Bisa Berjalan Saat Kecil, Kini jadi Pendeta Besar

Philip memutuskan untuk kuliah di Sekolah Theologia, tetapi takut mengutarakan keinginannya kepada ayahnya, sebab ayahnya bukan seorang Kristen

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Istimewa
Philip Mantofa 

Setelah kembali ke Indonesia, Philip sempat melakukan pelayanan di Ungaran, Jawa Tengah, pada tahun 1994.[2] Pada saat Indonesia mengalami kerusuhan pada tahun 1998, Philip kembali ke Indonesia dan melakukan pelayanan di Gereja Mawar Sharon.

Kini, ia menjadi Gembala Sidang Gereja Mawar Sharon dan juga merupakan Gembala Gereja Mawar Sharon Surabaya Barat di SCC Pakuwon Trade Center.

Berjalan ke Neraka

Philip menceritakan bagaimana pengalaman saat dibawa oleh Tuhan Yesus secara supranatural untuk menyaksikan neraka.

Peristiwa ini disebut bukanlah mimpi, juga bukan sebuah penglihatan.

Philip dibawa ke neraka tanpa tubuh jasmaninya, rohnya dapat mencium aroma saat berada di neraka begitu jelas dan melihat hal-hal yang gaib di neraka yang kekal.

Menurutnya alam kekekalan berbeda dengan alam semesta ini.

Tempat yang disaksikan oleh Ps. Philip adalah tempat yang sangat tandus dan kering lalu menjumpai sebuah gerbang yang sangat besar sementara di atas gerbang itu ada tulisan bergerak-gerak, tulisan di alam roh yang tidak terbaca oleh manusia, namun Roh Kudus menginspirasikan bahwa tulisan itu berbunyi “Lembah Penyiksaan”.

Menurutnya Lembah penyiksaan ini merupakan tempat penyimpanan orang-orang yang telah meninggal dunia dan ternyata di alam roh tetap hidup dalam kekekalan.

Melewati gerbang tersebut, terhampar jalan yang begitu lebar dan banyak roh manusia dari ujung ke ujung tidak terhitung jumlahnya, mungkin semenjak ciptaan pertama Adam dan Hawa.

Di tempat itulah Philip menyaksikan banyak roh manusia disiksa berulang-ulang oleh roh-roh jahat secara mengerikan dalam kekekalan.

Dia pun mengajarkan kebenaran dalam Why. 20:11-13 mengenai neraka.

Neraka diciptakan untuk setan, bukan untuk manusia. Namun, karena manusia terjerumus dalam dosa sehingga menjadi ‘tawanan setan’, maka manusia juga ikut dilemparkan ke neraka.

Hingga saat ini, lautan api masih kosong karena iblis, setan, roh-roh jahat dan semua manusia berdosa yang mengalami maut masih berada di lembah penyiksaan atau kerajaan maut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved