Vaksin Nusantara

Pro Kontra Vaksin Nusantara Gagasan Terawan Agus Putranto, BPOM Kini Dapat Dukungan Tokoh Nasional

Badan Pemeriksa Obat Makanan (BPOM) mendapat dukungan terkait dengan belum diberikannya izin atas vaksin nusantara untuk uji klinis kedua. 

Editor: Ventrico Nonutu
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Terawan Agus Putranto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polemik Vaksin Nusantara gagasan Terawan Agus Putranto terus terjadi.

Yang terbaru, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) mendapat dukungan terkait dengan belum diberikannya izin atas vaksin nusantara untuk uji klinis kedua. 

Ratusan tokoh nasional dari berbagai unsur memberikan peryataan lewat sikap gabungan bertajuk: "Tim BPOM Majulah Terus".

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Minggu 18 April 2021, Aries Pasangan Tidak Peka, Libra Jangan Jadi Bucin

Baca juga: PT Indofood Buka Lowongan Pekerjaan, Dibuka untuk Berbagai Posisi, Ini Persyaratannya

Dibacakan oleh pakar tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, Natalia Soebagjo, peryataan sikap itu menyebutkan bahwa setiap penelitian vaksin perlu diputuskan oleh lembaga yang memiliki otoritas, perlu diputuskan oleh lembaga negara yang memiliki otoritas. 

Dan, “Kita punya Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia atau BPOM RI," baca Natalia dalam jumpapers virtual yang diselenggarakan Sabtu (17/4).

Tokoh-tokoh nasional ini dalam peryataannya berpegang pada pendirian BPOM yang merupakan badan resmi di Indonesia dan bekerja berdasarkan prosedur-prosedur dan integritas ilmiah. 

Pernyataan dukungan terhadap BPOM ini, disampaikan Natalia, berdasarkan kepercayaan ratusan tokoh terhadap kinerja BPOM yang sudah puluhan tahun mengawal berbagai uji klinis obat-obatan serta vaksin.

"Biarkan BPOM bekerja tenang bersama tim pakarnya. Kami percaya pada integritas keilmuan dan independensi mereka. Selama ini, BPOM telah mengabdi untuk menjaga kesehatan masyarakat di negara kesatuan Republik Indonesia," papar Natalia membacakan pernyataan sikap gabungan itu.

Kata Natalia, mereka yang bekerja di BPOM telah membuktikan diri sebagai patriot tanpa banyak retorika.

Teguh menghadapi tekanan dari mana saja dan akan didukung seluruh warga Republik Indonesia. 

Terkait dengan Vaksin Nusantara yang memaksa melaksanakan uji klinis fase kedua, dengan menyuntikan sampel kepada Anggota DPR sebagai relawan beberapa hari lalu, para tokoh ini menilai sepatutnya itu tidak dilakukan.

"Setiap penelitian dan pengembangan vaksin dan obat kami hargai sebagai ikhtiar  membuka kemungkinan baru melawan pandemi. Namun tentu dengan tetap mengindahkan asas-asas ilmiah," ucap Natalia.

Sebab, hidup mati jutaan rakyat adalah taruhannya.

Adapun nama tokoh dari 105 tokoh yang mendukung gerakan sosial ini, antara lain A. Mustofa Bisri (Gus Mus), Ainun Najib, Ahmad Syafi’i Maarif, Akmal Taher, Alissa Wahid, Azyumardi Azra, Boediono (eks Wapres), Dicky Budiman, Emil Salim, Imam B. Prasodjo, Joko Anwar, Olga Lydia, Natalia Soebagjo, Pandu Riono, hingga Aktivis HAM Usman Hamid.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved