Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2021

Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa, Tetap Jaga Asupan Cairan, Simak Tipsnya

Dehidrasi terjadi saat tubuh tidak memiliki cukup air maupun cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya.

(Tribunnews.com)
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penting bagi kita untuk menjaga asupan agar tidak dehidrasi saat puasa.

Jika tubuh mengalami dehidrasi maka tubuh akan lesu sepanjang hari.

Kondisi tubuh yang dehidrasi bisa memicu sakit kepala, lesu, dan kelelahan.

Mengonsumsi cukup air setelah seharian berpuasa sangat penting agar fungsi tubuh tetap terjaga.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana cara mencegah dehidrasi saat puasa?

Dilansir dari Kompas.com, Ada lima cara mudah yang bisa kita terapkan untuk menghindari dehidrasi selama berpuasa. Berikut cara tersebut:

1. Hindari minuman yang mengandung kafein

Kafein memiliki efek diuretik yang meningkatkan produksi urin, sehingga membuang garam dan air dari tubuh.

Terlalu banyak kafein dapat meningkatkan rasa haus, jadi untuk tetap terhidrasi sepanjang hari. Untuk menghindarinya, ganti asupan kafein dengan air putih saat sahur dan berbuka.

Anda juga bisa menambahkannya dengan buah-buahan alami seperti kurma.

2. Konsumsi buah dan sayur saat berbuka

Konsumsi buah dan sayuran tidak hanya baik untuk kesehatan Anda, tetapi juga membantu mencukupi cairan tubuh.

Buah dan sayuran tertentu memiliki kandungan air yang tinggi. Mengonsumsinya akan membyat cairan tubuh kembali terpenuhi setelah berpuasa.

3. Hindari makanan asin dan pedas

Makanan pedas dan asin dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan air. Sebaiknya, hindari makanan tersebut saat sahur dan berbuka.

4. Hindari minum air terlalu banyak dalam satu waktu

Minum banyak air sekaligus akan menyebabkan tubuh mengeluarkannya dengan cepat. Cara terbaik adalah mengonsumsi air sedikit demi sedikit saja namun sering.

5. Hindari paparan panas

Cuaca panas memang tidak bisa kita hindari. Padahal, cuaca panas bisa memicu pelepasan keringat yang mengakibatkan hilangnya cairan.

Cobalah untuk membatasi waktu Anda di luar ruangan dan lebih banyak berada di lungkungan yang sejuk.

Apa Itu Dehidrasi ?

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima, sehingga tubuh tidak memiliki cukup air maupun cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya.

Kandungan air dalam tubuh manusia yang sehat adalah lebih dari 60 persen dari total berat badan.

Kecukupan air ini penting untuk berbagai keperluan, seperti:

- Membantu kerja sistem pencernaan
- Mengeluarkan kotoran atau zat sisa dari dalam tubuh
- Melembabkan jaringan-jaringan di telinga, tenggorokan, hidung
- Sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian
- Mengirimkan nutrisi untuk sel-sel tubuh
- Menjaga kulit tetap sehat

Siapa saja orang dapat mengalami dehidrasi, tetapi kondisinya bisa sangat berbahaya bagi anak kecil dan kelompok lanjut usia (lansia).

Melansir Mayo Clinic, dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

Cedera panas

Jika tidak minum cukup cairan saat berolahraga berat dan banyak berkeringat, seseorang mungkin berisiko mengalami cedera panas (heat injury), mulai dari kram panas ringan hingga kelelahan panas atau serangan panas yang berpotensi mengancam jiwa.

Masalah kencing dan ginjal

Dehidrasi yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

Kejang

Elektrolit, seperti kalium dan natrium diperlukan untuk membantu membawa sinyal listrik dari sel ke sel.

Jika elektrolit dalam tubuh tidak seimbang, pesan kelistrikan normal dapat bercampur, yang bisa menyebabkan kontraksi otot yang tidak disengaja dan terkadang hilang kesadaran.

Syok hipovolemik adalah salah satu komplikasi dehidrasi yang paling serius dan terkadang mengancam jiwa.

Syok hipovolemik terjadi ketika volume darah rendah menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh.

Oleh sebab itu, mengingat bahayanya, dehidrasi tak layak untuk disepelekan.

Kenali beragam Penyebab Dehidrasi untuk diantisipasi.

* Penyebab Dehidrasi

Merangkum Medical News Today, Penyebab Dehidrasi pada dasarnya adalah tidak minum cukup air, kehilangan terlalu banyak air, atau kombinasi keduanya.

Di mana, kadang-kadang seseorang tidak memungkinkan untuk mengonsumsi cukup cairan karena terlalu sibuk, kekurangan fasilitas atau tenaga untuk minum, atau berada di daerah yang tidak memiliki air minum.

Berikut ini penjelasan mengenai beberapa Penyebab Dehidrasi yang patut diwaspadai:

1. Diare

Diare menjadi penyebab paling umum dari dehidrasi dan kematian yang terkait dengan kondisi ini.

Usus besar menyerap air dari bahan makanan, dan diare mencegah hal ini terjadi.

Tubuh mengeluarkan terlalu banyak air, menyebabkan dehidrasi.

2. Muntah-muntah

Muntah menyebabkan kehilangan cairan dan menyulitkan penggantian air dengan meminumnya.

3. Demam

Secara umum, semakin tinggi demam yang dialami, membuat seseorang semakin mungkin mengalami dehidrasi.

Demam dapat menyebabkan peningkatan keringat dan dapat membuat pasien mengalami dehidrasi.

Masalahnya bertambah parah jika demam disertai dengan diare dan muntah-muntah.

4. Berkeringat berlebihan

Berkeringat adalah mekanisme pendinginan tubuh dengan melepaskan sejumlah besar air.

Cuaca panas dan lembab serta aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan kehilangan cairan akibat keringat.

5. Mengalami diabetes

Pada penderita diabetes, kadar gula darah tinggi menyebabkan peningkatan buang air kecil dan kehilangan cairan.

Kondisi tersebut dapat menjadi Penyebab Dehidrasi.

6. Peningkatan buang air kecil

Sering kencing biasanya disebabkan oleh diabetes yang tidak terkontrol, tetapi juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol dan obat-obatan seperti diuretik, antihistamin, obat tekanan darah, dan antipsikotik.

7. Mengalami luka bakar

Luka bakar bisa membuat pembuluh darah rusak, menyebabkan cairan bocor ke jaringan sekitarnya.

Faktor risiko dehidrasi

Meski dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja, beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar.

Yang paling berisiko termasuk:

- Orang-orang di tinggal atau berada di dataran tinggi
- Atlet, terutama yang menjalani aktivitas ketahanan, seperti maraton, triathlon, dan turnamen bersepeda
- Orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, cystic fibrosis, alkoholisme, dan gangguan kelenjar adrenal
- Bayi dan anak-anak, paling sering karena diare dan muntah.
- Dehidrasi pada kelompok lanjut usia (lansia) juga sering terjadi. Terkadang hal ini terjadi karena mereka kurang minum air sehingga tidak perlu sering-sering bangun ke toilet. Ada juga perubahan di otak artinya rasa haus tidak selalu terjadi

Ketika mengalami gejala dehidrasi, anak-anak dan kelompok lansia kiranya perlu segera menerima perawatan medis, meskipun hanya menunjukkan gejala dehidrasi ringan.

Sementara, jika seseorang dari kelompok usia mana pun mengalami gejala berikut, alangkah baiknya segera cari perawatan darurat:

- Diare parah
- Darah di tinja atau BAB berdarah
- Diare selama 3 hari atau lebih
- Ketidakmampuan untuk menahan cairan
- Disorientasi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Cara Mencegah Dehidrasi Selama Berpuasa

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved