Breaking News:

Mencari Pengganti Megawati

Jokowi dan Ganjar Pranowo Didukung Jadi Pengganti Megawati, Antisipasi Kebuntuan Faksi Puan-Prananda

Siap figur paling tepat untuk menggantikan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan?

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase TribunNewsmaker - Twitter @pranandaprabowo/PDIPERJUANGAN.ID/Tribunnews
Prananda Prabowo dan Megawati Soekarnoputri 

JAKARTA, TRIBUNMANADO.CO.ID - Siap figur paling tepat untuk menggantikan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan? Beberapa hari ini perbincangan terkait suksesor Megawati terus menggelinding.

Ada yang menyebut Presiden; Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah; Ganjar Pranowo berpeluang memimpin PDI Perjuangan, jika kader Banteng Moncong Putih menghendaki kader dari luar trah Soekarno yang memimpin PDI Perjuangan.

Puan Maharani calon kuat gantikan Jokowi survei COPS. Kalahkan Anies Baswedan hingga Ganjar Pranowo.
Puan Maharani calon kuat gantikan Jokowi survei COPS. Kalahkan Anies Baswedan hingga Ganjar Pranowo. (Foto via Tribunnews.com)

Sedangkan jika dari trah Soekarno ada dua nama yang dianggap layak disandingkan yakni; Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Untuk diketahui nama Puan Maharani cukup populer karena posisinya sebagai Ketua DPR, lalu siapa Prananda Prabowo?

Figur Prananda Prabowo bernama lengkap Muhammad Prananda Prabowo. Dia adalah putra kedua Megawati dari suami pertamanya, Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso. Prananda atau Nanan masih dalam kandungan saat ayahnya wafat dalam kecelakaan pesawat Skyvan T-701 di Biak, Papua Barat, pada 1970. Ia lahir pada 23 April 1970.

Dibandingkan adiknya, Puan Maharani, jejak Prananda di jalur politik jarang tampak. Prananda dikenal sebagai 'tokoh misterius' atau 'man behind the door'.

Baca juga: Reshuffle Kabinet Jokowi-Amin: Ada Pos Menteri Baru, Kemenristek Dikoreksi, Wajah Baru Hiasi Kabinet

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Sudah Dikofirmasi Pihak Istana, Ada Kementerian Baru dan Peleburan Kementerian

Prananda sempat membuat heboh Kongres PDIP di Bali pada 2010. Saat itu, ia hadir dalam jumpa pers bersama sang ibu dan politikus PDIP Pramono Anung. Ia bahkan sempat digadang-gadang menjadi calon ketua umum pengganti Megawati.

Itulah pertama kali Prananda 'diperlihatkan' ke publik. Namun, setelah itu, ia tak pernah muncul kembali. Sosoknya hanya dapat dijumpai di media sosial, seperti Twitter, Facebook, ataupun situs pribadinya. Di akun Twitter-nya, @pranandaprabowo, ia banyak berkicau tentang situasi perpolitikan negeri ini. Selebihnya, aktivitas Prananda jarang terlihat.

"Saya menjabat sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi DPP PDIP. Tugas saya lebih banyak berkaitan dengan masalah internal partai yang langsung," kata Prananda kepada majalah detik, 18 Juni 2013.

Prananda sering terlibat dalam penyusunan pidato politik sang ibu, Megawati Soekarnoputri. Namun dengan merendah, Prananda mengungkap pidato tersebut disusun sesuai arahan ibunya. Prananda membantu mencarikan kutipan pidato-pidato Bung Karno, kakeknya.

"Misalnya, Ibu ingin mendapatkan kutipan Bung Karno, namun beliau lupa kutipan itu ada di buku apa. Karena saya termasuk banyak memiliki koleksi buku-buku Bung Karno, saya membantu mendapatkan kutipan tersebut," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved