Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Raya Galungan

Apa Itu Hari Raya Galungan? yang Dirayakan Umat Hindu, Berikut Sejarah, Makna dan Perayaannya

Tepat hari ini menjadi perayaan Hari Raya Galungan. Hari Galungan yang adalah hari suci agama Hindu mungkin masih banyak yang tak mengetahui.

Editor: Glendi Manengal
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Sejumlah umat Hindu bersambahyang untuk peringati Hari raya Galungan di Pura Kerta Jaya, Kota Tangerang, Banten, Rabu (16/9/2020). Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma) yang dilaksanakan umat Hindu setiap enam bulan sekali. 

Setelah dia mendapat anugrah dalam pertapaannya, ternyata kelobaannya menjadi-jadi, sehingga rakyatnya di wilayah pemerintahannya menjadi ketakutan.

Si Mayadanawa tidak hanya mengum­pulkan emas, kekayaan, dia melarang melakukan yadnya, bersama tentaranya merusak, mengacau, menyakiti, meng­hina sastra dan ajaran agama.

Oleh karena kejahatannya, diutuslah Dewa Siwa untuk memeranginya.

Maka terja­dilah pertempuran yang sangat hebat antara pasukan Dewa Siwa dengan Mayadenawa.

Karena kesaktiannya Mayadanawa menciptakan tirte cetik, sehingga pasukan Desa Siwa yang sedang kehausan meminumnya, semua pasukan Dewa Siwa mati.

Singkat cerita, Dewa Siwa mengetahui kejadian tersebut sehingga Ia mencipta­kan tirta empul (pengurip) yang seka­rang disebut tirta empul, diperciki pasukan yang mati hidup kembali.

Peperangan harus berlanjut sehingga Mayadanawa terkepung tentaranya mati, dia lari tunggang langgang segala macam taktik tipu muslihat diperguna­kan.

Mayadanawa lari agar tapak kakinya tidak dilihat, dia lari dengan tungkai yang miring namun tetap diketahui oleh Pasukan Dewa Siwa, sehingga sebagai bukti tempat itu sampai sekarang disebut desa Tapak Sir­ing asal kata dari telapak kaki miring.

Kemudian, Maya Danawa lari bersem­bunyi di pohon kelapa pada kuncup/pada busung kelapa, namun tetap dapat dilacak oleh pasukan Dewa Siwa sampai sekarang tempat itu dinamakan Desa Blusung.

Akhir cerita, karena Mayade­nawa dipihak yang salah, peperangan dimenangkan oleh Pasukan Dewa Siwa dan Mayadenawa mati.

Perayaan Hari Raya Galungan

Hari Galungan juga merupakan hari Pewedalan Jagat/hari ulang tahunnya Jagat raya.

Oleh karena itu, umat Hindu di hari Galungan melaksa­nakan upacara, menghaturkan sesajen sesuai peruntukannya yang ditujukan sebagai ungkapan perasaan bakti, sujud, kagum dan bersyukur terhadap Jagatraya yang diciptakan oleh Tuhan.

Jagatraya sebagai tempat untuk hidup, memberikan segala sumber penghidupan, untuk itu di hari Galungan sangat baik melakukan dana punia baik berbentuk materail, maupun berupa pengabdian/jasa.

Karena dalam bentuk apapun, dana punia itu diberikan yang tujuannya untuk kesejahteraan umat, ketenangan nilainya sangat tinggi bila diberikan secara tulus ikhlas.

(Tribunnews.com/Yurika)

Berita lain terkait Hari Raya Galungan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Hari Raya Galungan? Berikut Sejarah, Makna dan Perayaannya, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/04/14/apa-itu-hari-raya-galungan-berikut-sejarah-makna-dan-perayaannya?page=all.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved