Tokoh Nasional
Sosok Rudy Hartono Raja All England dari Indonesia, 'Tidak Boleh Kalah'
Berbicara soal All England, tak lengkap rasanya jika tidak membincangkan Rudy Hartono.Bagaimanapun juga, ia adalah Raja All England dari Indonesia.
di sebuah pelataran aspal di depan Gedung PLN di Jalan Gemblongan, Surabaya.
Ayahnya yang hobi bermain bulutangkis dan sempat menjadi pemain lokal,
berkeinginan besar menjadikan anaknya juara.
Sedikit berbeda dengan ibunya Rudy yang sebenarnya lebih menginginkan anaknya ketiganya itu menjadi dokter.
Dalam buku Rajawali Dengan Jurus Padi (1986), terungkap bahwa berkat bakatnya yang luar biasa,
jalan Rudy seperti sudah “dipersiapkan”. Belum sempat menjajal pertandingan di tingkat senior nasional,
usia 16 tahun ia sudah masuk ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menjelang pembentukan tim Thomas Cup 1967.
Teknik permainannya semakin berkembang di Pelatnas karena ia bisa berlatih bersama
pemain senior sekaliber Ferry Sonneville, Eddy Yusuf, atau Mulyadi.
Di sana ia fokus pada satu tujuan: All England 1968.
“Saya fokus pada satu turnamen tingkat dunia yang bakal dikenang,” tuturnya.
Apalagi ia sadar, usia emas seorang atlet bulutangkis rata-rata berkisar sepuluh tahun,
sehingga ia harus merebut gelar juara sedari muda agar bisa tercatat dalam sejarah.
Tekad itulah yang membuatnya mampu mengalahkan Tan Aik Huan (Malaysia) di final tunggal putra dengan 15-12 dan 15-9.
Sejak itu, gelar juara Tunggal Putra All England seolah menjadi milik Rudy,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rudy-hartono-legenda-bulu-tangkis-indonesia.jpg)