Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Puasa Ramadan 2021

LIVE STREAMING Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa Ramadan Via Youtube Kemenag Senin 12 April 2021

Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag) melaksanakan sidang isbat ini bertepatan pada 29 Syaban 1442 H. 

Editor: Aldi Ponge
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Agama Provinsi DKI Jakarta, tengah memantau hilal awal Ramadhan 1441 H . Simak pengertian dan penetapan hilal dalam ketentuan Islam. 

Vidio

UseeTV

Pengertian hingga Penetapan Hilal dalam Ketentuan Islam

Berikut ini pengertian dan penetapan hilal dalam ketentuan Islam

Setiap menjelang awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, umat Islam selalu melontarkan pertanyaan mendasar berkaitan dengan penentuan awal bulan, yakni tentang hilal.

Pertanyaan tersebut biasanya seperti, apakah hilal sudah tampak, apakah hilal sudah bisa dilihat, dan lain sebagainya.

Adapun untuk Ramadan 1442 H ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan menurunkan sejumlah pemantau hilal di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia.

Ilustrasi sidang isbat penetapan awal Ramadhan dilakukan sesaat setelah pemantauan hilal atau rukyatul hilal di berbagai titik pantau di seluruh Indonesia. Berikut link live streaming sidang isbat yang akan digelar Senin (12/4/2021).
Ilustrasi sidang isbat penetapan awal Ramadhan dilakukan sesaat setelah pemantauan hilal atau rukyatul hilal di berbagai titik pantau di seluruh Indonesia. Berikut link live streaming sidang isbat yang akan digelar Senin (12/4/2021). (galamedianews)

Lantas, apa itu hilal?

Dikutip dari jurnal Memahami Makna Hilal Menurut Tasir Al-Qur'an dan Sains oleh Qomarus Zaman, hilal muncul sebagai penentu perbedaan waktu dan ketetapan alat waktu guna menentukan kapan terjadinya waktu beribadah kepada Allah.

Sedangkan hilal itu sendiri menurut Imam Syaukani memiliki makna yaitu sebuah nama bulan yang muncul di setiap awal bulan dan akhir bulan.

Menurut Imam Ashmu’i, hilal merupakan bulan sabit yang berbentuk mulai tipis sampai menjadi bulan yang sempurna alias purnama.

Selain itu, hilal juga disebut mulai dari bulan sabit sampai bulan tersebut bisa menerangi alam langit dengan cahayanya sendiri secara total.

Dalam sebuah periwayatan diceritakan, bahwasannya Mu’adz bin Jabal dan Tsa’labah bin Ghanimah kedua-duanya berkata kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, kami mengiyakan bahwasannya hilal itu sesungguhnya dimulai dari bulan yang sangat tipis sekali seperti benang dan muncul hanya beberapa menit saja."

"Kemudian dia akan sedikit demi sedikit membesar memenuhi sampai menjadi sama besarnya dengan bagian yang lainnya dan menjadi bulat keseluruhannya (Bulan purnama), kemudian akan kembali lagi seperti sediakala mengecil dan tipis seperti benang. Pergerakan pergantian bulan tidak akan terjadi hanya dengan satu kali keadaan.”

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved