Perampokan Sopir di Manado
Dipapak Oknum Mengaku Polisi & Dituding Tersangka, Rahman Babak Belur Dihantam Pria Misterius
"Ia pakai helm, masker dan jaket hitam. Sepeda motornya tak pakai plat," kata dia kepada Tribun di RS Medical Paal Dua, Minggu (10/4/2021).
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID --Rahman Rahim membeber pengalaman nahasnya Minggu (10/4/2021) malam.
Pria yang berprofesi sebagai sopir ini menuturkan, malam itu ia baru pulang dari Langowan.
Karena anaknya rewel minta susu, ia lantas mencari susu di pusat kota Manado.
Tiba di wilayah Kanaka, ia dihadang seorang pria. Mengendarai sepeda motor, pria itu mengaku polisi.
"Ia pakai helm, masker dan jaket hitam. Sepeda motornya tak pakai plat," kata dia kepada Tribun di RS Medical Paal Dua, Minggu (10/4/2021).
Pria tersebut menudingnya sebagai tersangka kasus bawa lari anak.
Merasa tak melakukan hal itu, Rahman terus memacu mobilnya.
"Tapi ia terus ikuti saya. Lantas papak saya, kemudian dia minta saya turun dan naik motornya. Saya ikut karena ketakutan," ujar dia.
Pria itu membawa Rahman ke sebuah lorong di dekat Dermaga Kalimas. Mereka turun disana.
Tak lama kemudian, lewat lima enam orang yang beberapa diantaranya membawa sajam.
"Si pria itu menegur, katanya kalau mau bikin ribut jangan ke sini," katanya.
Pria itu lantas pergi. Dan keenam orang itu balik lagi lantas menganiayanya.
"Keenam orang itu berteriak saya adalah pencuri, jadi orang orang tidak berani menolong saya," kata dia.
Gilanya lagi, para penganiaya itu memasankan ojek online baginya dengan titik antar ke mobilnya di Kanaka.
Ojek pertama ogah mengantarnya. Ojek kedua lantas mengantarnya.