Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB Papua

Cerita Guru Junaedi, Sembunyi di Semak-semak, Saksikan Rekan Dibunuh KKB Papua: Yonatan Kasian Kena

Junaedi menceritakan detik-detik dirinya lolos dari rentetan tembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). "saya masih bisa lolos" ungkap Junaedi.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com/Irsul Panca Aditra
Guru Junaedi Arung Sulele yang selamat dari kejaran KKB Papua. Saksikan rekannya ditembak KKB Papua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesaksian salah satu guru di SMP Negeri 1 Beoga diserang KKB Papua di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

SMP Negeri 1 Beoga diketahui dibakar anggota KKB Papua setelah menembak mati guru Oktovianus Rayo (40).

Pengakuan Junaedi deteik-detik dirinya dikejar hingga sembunyi di semak-semak untuk selamatkan diri dari serangan KKB Papua.

Namun nahas, rekannya bernama Yonatan tewas dibunuh KKB Papua.

Walau kehilangan teman dekatnya, Junaedi Arung Sulele masih bisa selamat dari kejaran KKB Papua dan melanjutkan hidup. 

Guru <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/junaedi-arung-sulele' title='Junaedi Arung Sulele'>Junaedi Arung Sulele</a> yang selamat dari kejaran <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kkb-papua' title='KKB Papua'>KKB Papua</a>. Saksikan rekannya ditembak <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kkb-papua' title='KKB Papua'>KKB Papua</a>.

(Foto: Guru Junaedi Arung Sulele yang selamat dari kejaran KKB Papua. Saksikan rekannya ditembak KKB Papua./Antara Foto/Evarianus Supar.)

Sosok pria yang bekerja sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Papua ini tak menyangka masih diberi kesempatan untuk hidup setelah berhasil sembunyi dari penembakan KKB.

Bahkan, Junaedi harus bersembunyi di balik semak-semak demi menyelamatkan diri dari aksi brutal KKB Papua selama dua jam lamanya.

Guru Junaedi menceritakan detik-detik dirinya lolos dari rentetan tembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Junedi mengaku, peristiwa itu terjadi saat dirinya dan mendiang Yonatan Renden (28), pulang dari mengambil terpal untuk jenazah Oktovianus Rayo (40),

salah satu guru yang tewas ditembak KKB pada Kamis (8/4/2021) di Kampung Julugoma.

"Setelah kami pulang, ternyata di depan rumah kami dapat tembakan. Ini (Yonatan) kasian kena. Puji Tuhan saya masih bisa lolos. Saya lari ke sebelah kanan, dan korban ini ke sebelah kiri," ujar Junedi

Saat itu, kata Junedi, dirinya tak melihat siapa pelaku penembakan.

Junaedi hanya berpikir untuk menyelamatkan diri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved