Breaking News:

Haji dan Umrah

Arab Saudi Bolehkan Umrah Mulai Ramadhan Ini, Syaratnya Sudah Divaksin dan Penyintas Covid-19

Vaksinnya pun harus yang memiliki sertifikat organisasi kesehatan dunia WHO.

https://www.instagram.com/maiaestiantyreal/
Penampilan anggun Maia Estianty istri Irwan Mussry kenakan hijab syar'i yang mencuri perhatian saat pergi umrah. Mulai Ramadhan tahun ini Arab Saudi membolehkan jamaah umrah masuk di negaranya dengan syarat telah divaksin dan penyintas covid-19 yang telah sembuh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kabar baik bagi umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah umrah.

Yaqut menyebut bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah memperbolehkan kembali jamaah dari seluruh dunia datang ke negaranya untuk melakukan ibadah umrah.

Namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Para jemaah yang akan melakukan ibadah umrah sudah harus divaksin.

Vaksinnya pun harus yang memiliki sertifikat organisasi kesehatan dunia WHO.

Suasana di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020).
Suasana di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Mulai Ramadhan ini boleh umrah di Masjidil Haram dengan syarat sudah divaksin dan penyintas covid-19.(AFP/ABDEL GHANI BASHIR via SerambiNews)

Dengan aturan itu, kata Yaqut, maka jemaah dari Indonesia belum diizinkan melaksanakan ibadah umrah pada Ramadan tahun ini lantaran vaksin Sinovac yang dipakai untuk program vaksinasi masyarakat Indonesia belum menerima sertifikasi dari WHO.

”Kalau umrah itu syaratnya adalah sudah divaksin. Kan sudah mulai dibuka mulai Ramadan besok boleh umrah, tetapi yang sudah divaksin," kata Yaqut di ruang rapat Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4) lalu,

”Vaksinnya harus sertifikat WHO, jadi sudah disertifikasi WHO. Sementara Sinovac belum," tambahnya.

Yaqut meyakini saat ini proses sertifikasi itu tengah dilakukan WHO terhadap vaksin Sinovac.

”Soal Sinovac, sebenarnya bukan tidak disetujui pak, tidak begitu. Kalau belum itu bukan berarti tidak, pasti ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac ini bisa teregister oleh WHO,” kata Yaqut memberi penjelasan kepada Anggota DPR RI

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved