Breaking News:

Berita Ekonomi

Harga Cabai Masih Meroket, Wagub Steven Kandouw Sebut Pemerintah Upayakan Penetrasi Pasar

Steven Kandouw mengatakan, situasi ini diakui tidak hanya terjadi di Sulut tapi menjadi personal nasional.

tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Kenaikan harga cabai rawit menjadi pemicu utama inflasi di Manado dan Kotamobagu pada Bulan Maret 2021. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga cabai masih 'meroket' jelang Bulan Suci Ramadan.

Terlahir, harga cabai rawit berkisar di angka Rp 90.000 per kilogram (kg).

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengatakan, situasi ini diakui tidak hanya terjadi di Sulut tapi menjadi personal nasional karena di beberapa daerah pun mengalami kenaikan harga.

"Yakinlah pemerintah akan melakukan elaborasi lebih lanjut, pak Gubernur bersama TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) akan menindaklanjuti," kata Wagub kepada tribunmanado.co.id, Jumat (9/4/2021).

Biasanya, strategi pemerintah melakukan penetrasi pasar jika harga cabai sudah melonjak terlalu tinggi.

Pemerintah memfasilitasi cabe dari luar daerah semisal dari Surabaya dikirim masuk ke pasar Sulut.

Persoalannya, diakui Wagub di daerah lain pun cabe harganya naik

"Kita lihat lagi persediaan cabai yang dibdawrqh yang pasokannya banyak," katanya

Harga cabe rawit di pasar tradisional masih tinggi di kisaran  Rp90 ribu per kg

Menurut Kewes Badar, pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Amurang,

Halaman
123
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved