Breaking News:

Alfamart

SGM Eksplor Bersama Alfamart dan Ruangguru Hadirkan Program Rumah Belajar Generasi Maju

Danone Indonesia bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan Ruangguru Mendukung terbentuknya sumber daya manusia yang unggul

Istimewa
Danone Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor Pro-gress Maxx bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan Ruangguru, mendukung terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalu program “Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju”. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Danone Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor Pro-gress Maxx bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan Ruangguru

Mendukung terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalu program “Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju”.

Kedua program ini merupakan upaya kolaborasi bersama untuk memberikan dukungan akses pendidikan dan perbaikan fasilitas belayar untuk mendukung anak anak Indonesia tumbuh menjadi generasi maju.

Kesehatan dan pendidikan merupakan hal mendasar yang penting dalam peningkatan kualitas SDM.

Sehingga, penting untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas agar dapat terus belajar dengan optimal demi kemajuan Indonesia.

Baca juga: Soeharto Saya Akan Hantam Siapa Saja Demi Ibu Tien saat Bangun TMII, Kini Diambil Alih Pemerintah

Baca juga: Konstelasi Berebut Kursi Sekprov Sulut, Siapa Kuat? Senior, Sang Petarung atau Geng Tikala

Baca juga: Sosok Robert Budi Hartono, Nomor Satu Terkaya di Indonesia 2021, Punya Kekayaan 287 Triliun

Namun, penutupan kegiatan sekolah di masa pandemi, berimbas pada terbatasnya akses pembelajaran bagi siswa dalam kondisi yang kurang beruntung.

Siswa yang berada dalam situasi kurang beruntung tersebut, berpotensi mengalami penurunan kemampuan belajar.

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) masih menghadapi berbagai tantangan, karena banyak anak anak di Indonesia yang belum memiliki akses pembelajaran yang memadai untuk sekolah secara daring

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, jumlah data nomor ponsel yang sudah terdaftar per September 2020 sebanyak 21,7 juta nomor dari 44 Juta siswa.

Artinya, bisa dikatakan bahwa sekitar 5096 siswa-stswi tidak memiliki ponsel untuk belajar danng. Hal ini tentu membuat proses dan kualitas pembelajaran masih belum maksimal.

Baca juga: Atap Rumah Dinas Camat Tomini di Bolsel Sulut Rusak Akibat Tertimpa Pohon Tumbang

Baca juga: Chord Leave the Door Open - Bruno Mars, Anderson Paak, Silk Sonic, Lirik Lagu What You Doin

Baca juga: 20 Ucapan Menyambut Ramadan Bahasa Inggris, dari Marhaban ya Ramadhan hingga Ramadan Mubarak

Halaman
1234
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved