Breaking News:

News

Guru Bakar 10 Siswa Madrasah Demi Uang Rp 12.500, Orangtua Murid Geram, Kepsek Jadi Korban

Seorang guru membakar bagian tubuh muridnya gara-gara uang Rp 12.500. Kepala Sekolah jadi korban pemberhentian masa jabatan. Orangtua murid geram.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
ilustrasi membakar. Guru menyalut api ke 10 siswa MI di Lumajang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 10 Siswa di sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dibakar tangannya oleh seorang guru.

Berawal dari masalah uang Rp 12.500, para siswa itu kini harus menderita luka bakar akibat disulut api oleh sang guru.

Akibatnya, guru yang bersangkutan, berinial SMu (24) dan kepala sekolahnya, berinisial SMa (45) diberhentikan setelah menyulut tangan 10 siswanya dengan korek api.

Kepolisian dan aparat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gucialit pun turun tangan menangani masalah dugaan penganiayaan tersebut.

Kasus bermula saat SMu yang merupakan wali kelas IV kehilangan uang tabungan yang dia letakkan di meja pada Jumat (26/3/2021).

ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/membakar' title='membakar'>membakar</a>. Guru menyalut api <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/tangan' title='tangan'>tangan</a> 10 <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/siswa' title='siswa'>siswa</a> MI di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/lumajang' title='Lumajang'>Lumajang</a>.

(Foto: ilustrasi membakar. Guru menyalut api tangan 10 siswa MI di Lumajang. (istimewa)

Uang sebesar Rp 12.500 itu merupakan tabungan dari 12 orang siswa.

Kapolsek Gucialit Iptu Joko Try mengatakan, SMu menanyakan keberadaan uang itu

kepada murid-muridnya namun tak satupun siswa yang mengaku.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved