Breaking News:

Aprindo Sulut Sambut Baik Dua Opsi Pembayaran THR

Daripada dipaksakan malah bisa terjadi efek domino yg lebih besar, karena memang keadaannya sedang tidak normal

Istimewa
Ketua Aprindo Sulut Andy Sumual 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah tengah membahas terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Lebaran.

Ada dua opsi pembayar THR di tengah pandemi Covid-19, yakni dibayar penuh seperti biasa atau dicicil menyesuaikan kondisi pelaku usaha. Terkait wacana THR dicicil ini mendapat tanggapan beragam dari pengusaha di Sulut.

Andy Sumual, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut mengatakan, jika memang ada kebijakan THR bisa dicicil akan membantu perekonomian pelaku usaha yang saat ini masih dihimpit pandemi Covid-19.

Meskipun demikian, Andy menilai kebijakan itu harus disesuaikan dengan dengan jenis usaha.

"Dalam arti, jika usaha tidak kena dampak, masih bisa tumbuh di tahun 2020 tidak perlu mencicil (THR)," kata Andy kepada Tribun Manado, Selasa (6/4/2021).

Namun untuk perusahaan yang mengalami rugi, bahkan di ambang kolaps, wajar dan tepat jika diberikan kebijakan relaksasi seperti cicilan THR.

"Daripada dipaksakan malah bisa terjadi efek domino yg lebih besar, karena memang keadaannya sedang tidak normal," katanya lagi.

Ia bilang, perlu kerja sama dan saling pengertian dari semua pihak agar semua bisa selamat di tengah pandemi Covid-19.

"Supaya kita sama-sama ampu untuk melewati masa sulit yang belum pernah kita alami sebelumnya," ujar Presdir FreshMart Superstar ini.

Sementara itu, tanggapan lainnya datang dari Ivanry Matu, pengusaha kuliner.

Ivanry bilang, THR dicicil tentu bisa meringankan beban bagi pelaku usaha yang terkena dampak pandemi.

"Tapi soal THR memang ada baiknya dibicarakan di internal usaha masing-masing, bisa dicicil atau dibayar persentasi atau ada kebijakan lain yang penting disepakati antara pelaku usaha dan karyawan," kata pemilik Restoran Ocean27 ini.

Katanya, dengan dibicarakan bersama di internal, dengan menyampaikan kondisi usaha secara terbuka pasti karyawan juga bisa memahami.

Walaupun pasti ada sebagian kecil yang akan menolak. "Karena itu perlu musyawarah supaya bisa melahirkan keputusan bersama di internal usaha dengan tujuan agar usaha tidak tutup," katanya bijaksana

Ivanry bilang, sebagai pengusaha menyambut baik kebijakan pemerintah itu. "Sebagai pelaku usaha torang siap menjalankan kebijakan pemerintah," kata Wakil Ketua Kadin Sulut ini. (*)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved