Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Talaud

Talaud Bakal Miliki Tiga Bandar Udara, Elly Lasut: Demi Kemajuan Daerah di Perbatasan NKRI

Daerah Kabupaten yang dimekarkan sejak Tahun 2002 ini, pembangunan nya terus digenjot sesuai Komitmen Presiden Joko Widodo Membangun Dari Pinggiran.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO/FERNANDO LUMOWA
Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud terpilih, dr Elly Engelbert Lasut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu kabupaten yang lokasinya berada di ujung Utara Indonesia serta berbatasan langsung dengan Negara Tetangga Philipina

Daerah Kabupaten yang dimekarkan sejak Tahun 2002 ini, pembangunannya terus digenjot sesuai Komitmen Presiden Joko Widodo Membangun Dari Pinggiran

Menyikapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Talaud, dr Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Wakil Bupati, Moktar Arunde Parapaga berkomitmen terus membangun dan mensejahterakan masyarakat.

"Ini menjadi hal prioritas kami sebagai pemimpin daerah," ujar Elly Lasut yang didampingi Moktar Arunde saat perayaan Paska Di gereja Eben-Haezer Melonguane Minggu (4/4/2021).

"Kabupaten Kepulauan Talaud bakal ada tiga bandara yang akan beroperasi untuk melayani Transportasi Udara Tinggal menunggu pembangunannya, ujar Bupati .

Saat ini Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki dua Lokasi Bandara yakni Bandara Melonguane, Bandara Miangas dan rencanannya akan dibangun satu Bandara Lagi yang berlokasi di pulau Marampit . 

Menurut E2L, pembangunan Bandara di Marampit sudah disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan tinggal rencana pembangunan ke depan.

"Meski terlihat aneh jika Talaud akan memiliki tiga bandara, namun demi kepentingan masyarakat terutama pengembangan transportasi, apa salah jika hal tersebut bisa terjadi demi kemajuan daerah di perbatasan NKRI," ujar Elly Lasut . 

Lebih lanjut ia mengatakan, langkah ini diambil untuk menjadikan Kepulauan talaud sebagai pintu gerbang kawasan bisnis Indonesia Timur.

“Sehingga konsep pembangunan bandara Miangas, Marampit dan Melonguane, tidak hanya fokus dengan KEK perbatasan air, tapi harus dengan KEK perbatasan udara,” tuturnya.

Sehingga kata dia, semuanya dapat mendorong semua pemangku kepentingan untuk memikirkan pembangunan fasilitas-fasilitas untuk perlintasan darat, air dan udara.

“Langkah-langkah pembangunan KEK ini menghabiskan dana sekitar Rp 5-6 triliun. Untuk itu kita harus bersabar dan tetap konsisten, bahwa setiap moment musyawarah harus kita kaitkan dengan rencana-rencana besar,” sebutnya.

Menurutnya, komitmen untuk membangun Bumi Porodisa semakin diberkati.

Buktinya, lewat terobosan dan langkah nyata, pembangunan ber-keadilan menjadi prioritas saat ini.

“Pembangunan ini juga menjadikan investasi kedepan. Musrenbang kali ini kita harapkan agar mampu memberikan dukungan. dan berharap rencana langkah-langkah kita untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus Perbatasan bisa terealisasikan,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved