Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Politik

Ayub Ali Albugis Langganan Penghuni Gedung Cengkih, Saingan Berat Sehan Landjar Jadi Ketua PAN Sulut

Ayub Ali termasuk politisi vokal di DPRD Sulut. Ia kerap menyuarakan aspirasi maupun kritik ketika Rapat Paripurna DPRD Sulut berlangsung.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Yeshinta Sumampouw
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Ayub Ali Albugis 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ayub Ali Albugis, sudah 'langganan' jadi penghuni Gedung Cengkih DPRD Sulut.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini sudah menyelesaikan tiga periode berturut-turut dipercaya rakyat menjadi Anggota DPRD Sulut, dan sedang berada di periode keempat sebagai Wakil Rakyat Gedung Cengkih.

Ia memulai dari Periode 2004-2009, lanjut Periode 2009-2014, terpilih lagi periode 2014-2019, saat ini sedang menjabat di Periode 2019-2024.

Langkah politik terbaru Ayub Ali menjadi Ketua DPW PAN Sulut.

Ia menjadi penantang berat incumbent Sehan Salim Landjar, Mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur dua periode.

Ayub sebelum menapaki puncak di struktur PAN, sudah dua kali menjabat Sekretaris DPW.

Ia menjadi sekretaris di era kepemimpinan Ketua DPW PAN Tatong Bara, Wali Kota Kotamobagu, dan lanjut lagi menjadi sekretaris di era Sehan Landjar.

'Head to head' Ayub Ali dan Sehan Landjar menjadi Ketua DPW PAN Sulut terus memanas.

Di tingkat musyawarah wilayah belum ada kata sepakat, belakangan keputusan siapa yang menjadi ketua DPW PAN Sulut bakal ditentukan DPP PAN.

"Tidak bisa votting, diserahkan ke DPP. Nanti DPP yang memutuskan siapa Ketua PAN Sulut," ujar Ayub Ali ketika ditemui di Acara Tanwir Pemuda Muhammadiyah di Grand Kawanua Convention Center Manado, Jumat (3/4/2021)

Ayub Ali termasuk politisi vokal di DPRD Sulut. Ia kerap menyuarakan aspirasi maupun kritik ketika Rapat Paripurna DPRD Sulut berlangsung.

Politisi lantang dan kritis termasuk langka di DPRD Sulut. Ia hanya segelintir dari beberapa politisi di antaranya.

Terbaru, ketika Rapat Paripurna berlangsung beberapa waktu lalu, Ayub menyorot soal persiapan PON Papua, Oktober 2021.

Sulut harus bisa 'unjuk gigi', ia meminta pemerintah bekerja sama dengan KONI menyiapkan Training Center mumpuni untuk para atlet - atlet yang bakal berlaga.

"Sarana prasarana olahraga harus jadi perhatian, perlu peningkatan, ditambah alat -alat sebagainya," kata dia.

Ia juga mengingatkan, atlet yang disiapkan merupakan putra - putri daerah yang sudah dibina sejak awal oleh Sulut, bukan menggunakan atlet luar

"Putra-putri Sulut punya kualitas yang patut dibanggakan," ungkap Sekretaris Fraksi Nyiur Melambai ini.

Ia juga mengutuk aksi terorisme menyerang Gereja Katedral Makasar, kemudian penyeragan Mabes Polri

"Pemerintah dan kepolisian dapat menindaklanjuti. Sulut harus tetap terjaga sesuai slogan torang sama bersudara," kata dia.

Keamanan dan ketertiban harus dijaga apalagi dalam waktu dekat umat Islam akan menjalani Bulan Suci Ramadan.

"Kami berharap peristiwa tidak mengenakan tidak terjadi di Bumi Nyiur Melambai di bawah kepemimpinan Gubernur yang kita cintai Olly Dondokambey," katanya.

Rivalitas Ayub-Sehan

Rivalitas Sehan dan Ayub di PAN sudah lama meruncing.

Dimulai dari Pilkada Bolmong 2017. Ketika PAN mendukung pasangan Yasti Soepredjo dan Yanny Tuuk sesuai keputusan DPP PAN

Sehan meski menjabat Ketua DPW PAN menyatakan sikap bersebarangan mendukung pasangan Salihi Mokodongan dan Jefri Tumelap.

Ayub memilih kubu Yasti-Yanny mengamankan keputusan DPP PAN.

Momen selanjutnya sampai melibatkan 'perang urat syaraf' antar keduanya. Hal usai perhelatan Kongres Pemilihan Ketua Umum di Kendari, Sulawesi Tenggara, 11 Februari 2020.

Sehan ada di kubu Zulkifli Hasan (Zulhas), sementara Ayub ada di kubu Mulfachri Harahap.

Sehan kesal Ayub dituding membelot, bahkan membawa serta beberapa kader mendukung Mufachri, padahal menurut dia DPW PAN Sulut sudah sepakat mendukung Zulhas

Sehan pun mencancam akan mengusulkan pemecatan Ayub dan 6 Ketua DPD PAN yang ada di Sulut.

Ayub tak menampik ia mendukung Mulfachri, setiap kader berhak memilih. Bahkan ia mengklaim sudah menyatakan sikap itu kepada Zulhas.

Kongres PAN selesai dengan kemenangan Zulhas menjabat Ketua Umum PAN Periode 2020-2025.

Namun ancaman Sehan memecat Ayub tak terjadi, Ayub tetap kokoh menjabat Sekretaris DPW.

Muswil PAN Sulut bukan ajang baru bagi Ayub. Ia tahun 2010 pernah maju sebagai Calon Ketua DPW PAN Sulut. Namun, perlawanannya kandas. Ketua DPW jatuh ke tangan Tatong Bara, Wali Kota Kotamobagu.

Ayub pun didapuk sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut.

Tahun 2016, di Muswil berikutnya, Ayub tak masuk bursa calon. Pertarungan terjadi antar Tatong dan Sehan. Sehan menang, Ayub pun kembali menjabat Sekretaris DPW.

Rivalitas Sehan dan Ayub akan lanjut di Muswil PAN 2021. (Tribunmanado.co.id/Ryo)

Berita Lain Tentang Dunia Politik Sulawesi Utara

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved