Breaking News:

Teror Mabes Polri

Masih Ingat Haris Azhar, Aktivis HAM? Kini Kritisi Polisi yang Tembak Mati Teroris ZA di Mabes Polri

Haris Azhar mengkritisi aparat penegak hukum yang menembak mati teroris Zakiah Aini saat serang Mabes Polri. Prinsip Kuba dijelaskan Haris Azhar.

Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
Tribunnews.com
Haris Azhar mengkritisi aparat penegak hukum yang menembak mati teroris Zakiah Aini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menyoroti kasus penembakan teroris berninisial ZA di Mabes Polri pada Rabu (31/03/21) lalu.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mengeluarkan mengkritisi aparat Penegak Hukum yang melakukan penindakan terorisme dengan cara menembak mati.

Wanita Tak Dikenal diduga <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/teroris' title='teroris'>teroris</a> ditembak saat masuk <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/mabes-polri' title='Mabes Polri'>Mabes Polri</a>.

(Foto: teroris Zakiah Aini alias ZA saat serang Mabes Polri, tewas ditembak petugas./Istimewa)

Diketahui, teroris ZA Ditembak Mati oleh aparat saat menerobos masuk Mabes Polri dan melakukan serangan teror.

ZA tewas setelah terlibat aksi baku tembak dengan petugas di dekat ruang Kapolri.

Haris Azhar menyampaikan argumentasinya itu dalam kanal YouTube Refly Harun yang tayang pada 1 April 2021 kemarin.

Haris Azhar menyinggung prinsip hukum Kuba, di mana prinsip yang memiliki pendekatan humanis dalam melakukan penegakan hukum, dalam hal ini pelaku teror.

Ia mengungkapkan, dalam prinsip Kuba ada aturan dan prosedur yang mengatur aparat penegak hukum dalam menggunakan senjata api.

"Dalam standar HAM internasional itu ada namanya isu administrasi keadilan, salah satunya soal tata cara penggunaan senjata api oleh penegak hukum," ungkap Haris Azhar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved