Masih Ingat Sofyan Tsauri Teroris Tobat Eks Polisi? Beri Pesan, 'Pastikan Ustad Anda Cintai Negeri'

Kata dia, pastikan mencari guru atau ustad yang mencintai negeri ini. Cari yang memiliki hikmah dan emosi yang stabil

Editor: Finneke Wolajan
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Foto lawas Sofyan Tsauri (kiri) dan foto sesudah tobat (kanan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Sofyan Tsauri eks Polisi yang jadi teroris? Kini sudah tobat, dulu ia lolos dari tembak mati Densus 88. Ini kisah Sofyan Tsauri

Sofyan Tsauri, menceritakan kisahnya saat ditangkap 11 tahun lalu, pada 6 Maret 2021 lalu.

Sofyan Tsauri merupakan mantan anggota Sabhara yang berdinas di Polres Depok.

Sofyan Tsauri ditangkap Densus 88, di Pangkalan 9 Jalan Raya Narogong, Cileungsi Bogor, 6 Maret 2010 silam.

Pada 2018 lalu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Sofyan tak pernah ditugaskan oleh Polri sebagai anggota Brimob.

Ancaman Radikalisme Adalah Ancaman Besar kata Muhammad <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sofyan-tsauri' title='Sofyan Tsauri'>Sofyan Tsauri</a>
Sofyan Tsauri (Humas BNPT)

Setyo menerangkan, Sofyan Tsauri lulus sekolah Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara Lido, Jawa Barat 1998.

Sofyan ditugaskan di Polres Depok pada fungsi Sabhara dan Binmas.

"Saudara Sofyan Tsauri tidak pernah bertugas di Brimob Polri," ujar Setyo di Mabes Polri, Senin (21/5/2018).

Pada 2002 Sofyan sempat dikirim ke Biureun, Aceh.

Menurut Setyo, saat bertugas di Aceh, Sofyan terpapar pemikiran pimpinan Jemaah Ansharut Daullah, Aman Abdurahman.

Pada 2006-2007 Sofyan mulai membaca buku tulisan Aman.

Di tahun yang sama, Sofyan bergabung dengan jaringan teroris Al Qaida Asia Tenggara dan memiliki nama Abu Ayas.

"2009 pemberhentian tidak dengan hormat karena alasan poligami dan dugaan terorisme," ujar Setyo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved