Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Tomohon

Komentar Ketua KASN Terkait Masih Adanya Pejabat Pemkot Tomohon Belum Ikuti Diklat PIM

Hampir di seluruh Pemerintahan Daerah yang, Diklat PIM seringkali dijadikan syarat wajib bagi ASN yang akan menduduki jabatan struktural.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Ketua KASN Prof Agus Pramusinto 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) sering menjadi hal penting bagi pejabat.

Bahkan hampir di seluruh Pemerintahan Daerah yang, Diklat PIM seringkali dijadikan syarat wajib bagi ASN yang akan menduduki jabatan struktural.

Namun di Tomohon seakan terbalik, di mana masih ada 14 Pejabat Eselon II yang hingga kini sama sekali tak mengikuti Diklat PIM.

Lantas terkait hal ini mendapat respon Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Menurut Ketua KASN Prof Agus Pramusinto M.D.A Diklat PIM sangat penting guna meningkatkan kompetensi.

"Pasal 107 PP 11/2017 tidak mempersyaratkan secara eksplisit Diklatpim. Tetapi ditulis disitu mempunyai kompetensi managerial, teknis," katanya saat dikonfirmasi Tribun Manado, Kamis (1/4/2021).

Untuk itu, Agus Pramusinto mengingatkan agar ASN harusnya segera mengikuti Diklat Pim setelah menduduki jabatan struktural.

"Agar setelah duduk dalam jabatan, mereka diikutkan dalam Diklat Pim, agar kompetensinya meningkat," pintanya.

Adapun diakui Agus Pramusinto bahwa kendala anggaran menjadi alasan paling banyak, sehingga tidak dikirim pejabat untuk diikutkan dalam PIM.

"Ada kendala anggaran di banyak daerah. Sehingga tidak mengirimkan pejabatnya ke Diklat PIM," tandasnya.

Adapun sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Tomohon Josias Makalew mengakui terdapat 14 Pejabat eselon II yang belum mengikuti Diklat PIM.

"Memang sejauh ini ada 14 Pejabat Eselon II," akunya.

Alasan belum ikut Diklat Pim menurut Makalew dikarenakan persiapan waktu dan anggaran.

"Persoalannya kalau ada persediaan waktu dan anggaran baru dilaksanakan PIM. Kan diklatnya tidak ada dan anggarannya juga tidak ada," ungkap Josias Makalew seraya menyebut adanya pandemi sangat berpengaruh.

"Kan lalu sebetulnya sudah mau ikut. Tapi karena ada pandemi, sehingga batal," tandas Josias Makalew. (hem)

 • 10 Lagu Paskah Menyentuh Hati, dari Lagu dengan Salibmu Ku Hidup hingga Dengan Apa Kan Ku Balas

Metal Detector Dipasang di Gerbang Masuk Katedral Manado

Dua YouTuber Ini Sengaja Sebar Hoaks Koban Kilang Balongan, Terancam 6 Tahun Penjara, Ngaku Kapok

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved