Berita Bolsel
Dinas Pendidikan Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Kuliahkan Guru PAUD di Kabupaten Bolsel
Menurut Rante, anggaran Rp 1 Miliar ini akan diberikan bagi guru-guru PAUD yang belum memiliki gelar sarjana.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -- Sebanyak Rp 1 Miliar dianggarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara, untuk membantu para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memperoleh gelar sarjana.
Penyampaian tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolsel Rante Hattani, ketika ditemui belum lama ini.
Menurut Rante, jika anggaran Rp 1 Miliar ini akan diberikan bagi guru-guru PAUD yang belum memiliki gelar sarjana.
"Ini berlaku tahun depan, anggarannya belum ada tahun ini, baru masuk di RKPD 2022," ujarnya.
Meski begitu, Hattani mengaku jika para guru yang akan diberikan bantuan untuk kuliah, hanya yang terdaftar di Dapodik saja.
"Persyaratannya harus terdaftar di Dapodik, selain itu ada juga kualifikasi umurnya," ucapnya.
Ia menegaskan hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia, khususnya bagi guru PAUD.
Karena hingga saat ini, banyak guru PAUD di Bolsel yang belum memiliki gelar sarjana.
"Karena kurangnya guru PAUD yang belum memiliki gelar sarjana, akan berdampak pada proses akreditasi," beber dia.
Ibu satu orang anak ini menegaskan jika masalah menjadi prioritas pihaknya dan harus segera diselesaikan.
Dirinya berharap, melalui bantuan tersebut ditahun 2024 nanti akan ada 100 guru PAUD yang sarjana.
"Target kami di tahun 2024, SPM GTK di Bolsel sudah terpenuhi," aku dia.
Rencana dinas Pendidikan ini mendapat respon baik dari para guru di Kabupaten Bolsel.
Nindi Saramaji, salah satu guru PAUD di Kecamatan Bolaang Uki mengaku sangat antusias dengan rencana tersebut.
"Kami sangat senang dengan kabar ini, semoga saja bisa secepatnya terealisasi," aku dia.
Ibu dua orang anak ini juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Bolsel, yang sudah mau membantu para guru PAUD.
"Memang masalah di PAUD saat ini adalah kekurangan guru Sarjana, dan kami mengapresiasi langkah Disdik Bolsel ini," tegas dia.
Sebelumnya diketahui jika 90 persen sekolah di Bolsel terancam ditutup karena ratusan guru belum memiliki ijazah sarjana.
Masalah ini kemudian jadi perhatian oleh Dinas Pendidikan Bolsel.
Dinas pendidikan juga sudah mulai melakukan Diklat berjenjang bagi para guru PAUD di Bolsel, agar mereka masih bisa mengajar hingga tahun 2022. (Nie)
• Breaking News - Kapolri Akan Sambangi Sulut, Hadiri Ibadah Kamis Putih, Cek Pengamanan Paskah
• Mau Dapat Pahala Coba Lakukan Hal ini Jelang Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, Coba di Rumah Yuk
• Oktavianus Mende Terpilih Nakhodai GABSI Tomohon Periode 2021-2025