Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Sosok Oliver Pras, Keturunan WNI yang Berbicara di Kampanye #StopAsianHate, Ibunya Asal Manado

Oliver Pras adalah warga Amerika Serikat keturunan Indonesia yang mengalami hal rasial. Ayah Oliver berasal dari Yogyakarta dan ibunya dari Manado

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Istimewa
Sosok Oliver Pras, Keturunan WNI yang Berbicara di Kampanye #StopAsianHate, Ibunya Asal Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sentimen Anti-Asia meningkat akhir-akhir ini.

Perlakuan bersifat rasis pun cukup beranekaragam mulai dari penghinaan sampai penganiayaan bahkan pembunuhan.

DIantaranya serangan dan kekerasan rasial terhadap orang Asia-Amerika yang kian meningkat.

Kasus ini terjadi di sejumlah wilayah di Amerika Serikat.

Mengenal <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/oliver-pras' title='Oliver Pras'>Oliver Pras</a>, Model Terkenal di New York Asal Indonesia

Hal ini merupakan kejahatan rasial dan sering dikaitkan dengan retorika yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran pandemi Covid-19.

Hal ini sebetulnya sudah diperingatkan oleh FBI pada awal wabah Covid-19 di AS lalu, yang mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan terjadi lonjakan kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia.

Pada akhir tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB mengeluarkan laporan yang merinci "tingkat yang mengkhawatirkan"dari kekerasan rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.

Salah satunya Oliver Pras adalah warga Amerika Serikat keturunan Indonesia yang mengalami hal rasial.

Ayah Oliver berasal dari Yogyakarta dan ibunya dari Manado.

Selama tinggal di Amerika Serikat, dia juga tidak lepas dari perundungan berlatar ras sejak kecil.

Peter Gontha Bongkar Nama Mahasiswa Indonesia yang Berkelahi Sama Bule di Amerika: Anton Karundeng

"Kalimat seperti 'Ayo kita tutup mata Ollie dengan benang gigi' atau saat saya membawa bekal nasi dengan rendang, mereka akan bilang 'Ih, apa itu?'," ujarnya, mengenang masa lalu.

'Lelucon' bernada rasis itu membuat Oliver merasa rendah diri sebagai keturunan Indonesia, dia bahkan sempat merasa malu akan latar belakangnya.

Namun kekerasan terhadap warga Asia dan keturunan Asia di AS yang terus meningkat, terutama saat pandemi membuat Oliver tidak bisa tinggal diam.

Dia menggelar kampanye anti kebencian terhadap Asia di Kota New York yang dihadiri ribuan orang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved