Teror Bom di Makassar
Sosok Kadensus 88 Marthinus Hukom, Pemburu Teroris yang Dipercaya Kapolri Tangani Bom di Makassar
Biodata Brigjen Pol Marthinus Hukom, Kadensus 88 yang diperintahkan Kapolri tangani bom bunuh diri di Makassar. Spesialis buru teroris.
Ia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Martinus, lulusan Akpol 1991 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri.
Martinus termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Ditserse Polda Metro Jaya, yang menangkap teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten, 21 November 2002.
Riwayat Jabatan:
- Penyidik Densus 88/Antiteror Polri
- Kabid Intel Densus 88/Antiteror Polri
- Wakadensus 88/Antiteror Polri (2015)
- Direktur Penegakan Hukum BNPT (2017)
- Wakadensus 88/Antiteror Polri (2018)
- Kadensus 88/Antiteror Polri (2020)
Sosok otak di balik ledakan Bom Gereja di Makassar
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Hal tersebut diungkapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar Minggu malam.
Menurut dia, dua pelaku bom bunuh diri tersebut berkaitan dengan 19 teroris JAD yang ditangkap di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.