Kades Selingkuh

Kasus Perselingkuhan Bu Kades, Usir Suami saat Kepergok Chat Mesra hingga Digerebek Anak Sulung

Bu Kades Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, RK (38) tidak jera satu kali digerebek berselingkuh dengan stafnya, SLM (35).

(Istimewa via Serambi News)
Sujono (kanan), selingkuhan Bu Kades Wotgalih Rini Kusmayati. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib pilu seorang suami kepala desa di Kabupaten Pasuruan terjadi beruntu setelah sang istri kesengsem dengan seorang pria anak buanya.

Sebagai seorang pamong desa, wanita ini bukannya memberi contoh yang baik, namun malah mengikuti hawa nafsunya sendiri, berselingkuh dengan pria idaman lain (PIL).

Bu Kades Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, RK (38) tidak jera satu kali digerebek berselingkuh dengan stafnya, SLM (35).

Bu Kades Pilih <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/usir-suami' title='Usir Suami'>Usir Suami</a> saat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kepergok-chat-mesra' title='Kepergok Chat Mesra'>Kepergok Chat Mesra</a> dengan Selingkuhan, Padahal Janji Tak Ulangi Lagi

Perselingkuhan Bu Kades berinisial RK (38) dengan stafnya, SLM (35), membuat heboh masyarakat.

Seperti diketahui, RK merupakan Kepala Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sementara SLM menjabat sebagai Kasi Pelayanan dan Pemerintahan Desa Wotgalih.

Dibalik perselingkuhan keduanya, suami RK, EM, menyimpan banyak kisah pilu.

Dikutip Tribunnews dari Surya.co.id, sebelum EM menggerebek RK, ia pernah memergoki sang istri chatting mesra dengan SLM pada Maret 2020.

Kala itu, RK berjanji pada EM tak akan mengulangi perbuatannya.

Namun, EM kembali memergoki RK chatting mesra dengan SLM beberapa bulan kemudian.

Saat itu RM dan EK sudah pisah ranjang selama enam bulan.

"Kalau tidak salah bulan Oktober tahun 2020. Jadi, saat kemarin ketahuan berduaan di kamar itu, posisi saya sudah tidak serumah. Enam bulan saya pisah ranjang," ungkap EM.

Melihat sikap istrinya yang tak berubah, EM pun melapor ke Polsek Nguling dan difasilitasi untuk mediasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved