Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Rabu 24 Maret 2021

RENUNGAN HARIAN KRISTEN - Dikejar Janji dan Sumpah

Ketika Yesus berkata bahwa semua murid akan goncang imannya karena Jalan Sengsara yang harus Dia lewati, Petrus langsung menyela.

Editor: Aswin_Lumintang
YOUTUBE
RENUNGAN FIRMAN KRISTEN 

Matius 26:73

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika Yesus berkata bahwa semua murid akan goncang imannya karena Jalan Sengsara yang harus Dia lewati, Petrus langsung menyela. Dia bersumpah bahwa kalaupun sahabat-sahabatnya goncang imanya, dia berjanji akan tetap tegar dan kuat.

Yesuspun tegas mengatakan bahwa justeru di malam itu, sebelum ayam berkokok Petrus telah tiga kali menyangkal Yesus. Toh Petrus tetap bersikukuh tidak. Dia bersumpah lagi, sekalipun harus mati, dia tidak akan menyangkal Yesus. Murid yang lain juga ikut "bersumpah" bersama Petrus: mereka rela mati daripada menyangkal Yesus. (Mat 26:31-35)

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Apa buktinya? Bukan janji dan sumpah Petrus yang betul, tapi kata Yesuslah yang benar. Terbukti, tiga kali Petrus menyangkal Yesus, sedangkan 10 murid yang lain entah ke mana.
Selain 2 orang sebelumnya, kini giliran orang banyak yang menuding dia sebagai salah satu dari murid Tuhan. Sebab logat dan bahasa Petrus sulit disembunyikannya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
_ Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." (ay 73)_
Petrus berusaha sekuat tenaga untuk mengetahui apa yang terjadi pada Yesus. Dia juga sudah berusaha sekuat tenaga agar tidak menyangkal Yesus. Mulanya dia mengamat-amati dari jauh. Begitu mendekat, justeru di situ dia terpaksa menyangkal Yesus sekaligus membuktikan apa kata Sang Guru Agung. Dia berusaha berpindah tempat untuk menghindarinya, namun tidak. Sumpah itu mengejarnya.

Janji dan sumpahnya itu telah menghukum dirinya sendiri dan telah membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Apa yang dikatakan-Nya pasti terjadi. Sebab apa yang akan terjadi, sudah diketahui oleh Yesus jauh hari sebelumnya.

Murid lain pun demikian. Mereka tidak mampu membuktikan atau menepati sumpah mereka bersama Yesus. Malah mereka tidak diketahui ke mana perginya. Baik Petrus maupun murid-murid Yesus lainnya, tak mampu mengaktakan janji dan sumpah mereka.

Petrus dikejar janji dan sumpahnya, akhirnya menyangkali dan mengingkari janjinya sendiri berulang-ulang. Sampai tiga kali. Sedangkan para murid lain "lari" dan menghilang entah ke mana, karena "dikejar sumpah."
Sangat muda memang mengucapkan janji dan sumpah. Tapi mewujudkannya tak segampang mengucapkan.

Petrus dan murid lain adalah manusia biasa, sehingga mereka telah mewakili kepribadian kita sebagai umat manusia yang lemah tak berdaya. Tapi, ketika tiba waktu yang Tuhan Yesus tentukan, maka para murid ini bangkit dan diangkat menjadi rasul Kristus dan memberitakan Injil Tuhan, sampai mati mengenaskan. Mereka tidak takut mati. Dan mereka pun mati sebagai martir.

Begitulah kasih yang Tuhan Yesus anugerahkan bagi murid-murid-Nya itu. Ketika mereka bertobat dan berubah menjadi setia, maka mereka melayani Tuhan, mengikut Dia memberitakan Injil sampai ke ujung bumi tanpa takut dan gentar dengan apapun juga.
Sahabat Kristus, demikian pun dengan kita sebagai anak Allah di zaman now. Dalam kemanusiaan kita, kita sudah pernah bahkan sering mengucapkan janji, yah, bersedia, setia dan taat melayani Tuhan dalam berbagai tugas pelayanan. Tapi coba kita ingat. Dari sekian banyak janji itu, berapa yang sudah kita lakukan dan berapa banyak yang tidak.

Kita juga pernah mengucap janji kepada Tuhan untuk hidup berkenan kepada-Nya dan tidak akan menyalibkan Dia lagi dengan perbuatan kita, baik dalam pikiran, perkataan maupun tingkah laku hidup kita. Awas jangan janji-janji itu akan menuntut pertanggungjawaban dari yang mengucapkannya.

Jika kita telah melanggar janji kita kepada Tuhan, maka seperti kepada para murid-Nya, Tuhan Yesus memberi pengampunan dan kesempatan kepada kita untuk memperbaikinya. Jika kita berubah menjadi lebih setia kepada Tuhan, maka kita akan dipakai-Nya lebih heran lagi untuk melayani Dia.

Kita memang akan menderita dan memikul salib, termasuk di masa minggu-minggu sengsara ini. Tapi ingatlah bahwa penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan Tuhan Yesus nyatakan atas kita, baik di bumi maupun di sorga.

Sebagai keluarga Kristen, janganlah hukum diri kita karena dikejar janji-janji yang tidak pernah lakukan, yakni setia dan taat kepada Tuhan serta mengasihi sesama. Hari ini juga, berbaliklah kepada-Nya dan wujudkan serta mengaktakan janji kita kepada-Nya.

Jika kita melakukan janji kita kepada Tuhan, maka Allah di dalam nama Tuhan Yesus akan menepati semua janji-Nya dalam hidup kita melebihi apa yang kita harapkan, bayangkan dan inginkan dalam hidup kita, baik di dunia ini maupun dalam kehidupan kekal. Amin

Baca juga: Tiga Kasus Pelecehan Terhadap Anak Bawah Umur di Bolsel Segera Tembus Kejaksaan 

Baca juga: Pengamat Politik: Tidak Ada Kader yang Mumpuni Jadi Penyebab Menurunya Kejayaan Partai Golkar Sulut

DOA: Tuhan Yesus, tuntun kami untuk senantiasa mewujudkan janji kami untuk terus hidup setia dan taat kepada-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved