Philip Mantofa

Kisah Philip Mantofa, Pendeta yang Mengaku Lihat Situasi di Neraka, Alami Kejang-kejang Saat Kecil

Sejak tahun 1998, Philip Mantofa adalah seorang Pendeta Kristen yang melayani di Gereja Mawar Sharon.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Isimewa
Philip Mantofa Neraka Itu Nyata 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak tahun 1998, Philip Mantofa adalah seorang Pendeta Kristen yang melayani di Gereja Mawar Sharon.

Selain berbicara di ratusan Kebaktian Kebangunan Rohani di dalam negeri, ia juga pernah berbicara di luar negeri.

Selain itu, ia dikenal sebagai pembicara seminar Business Breakthrough, Career Break Through, dan Education Breakthrough yang diadakan di beberapa kota di Indonesia sebagai wujud kepeduliannya kepada kalangan pebisnis, pekerja dan pelajar.

Dilansir dari Wikipedia Philip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974.

Ia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara yang semuanya pria.

Kisah Philip Mantofa, Pendeta yang Dibawa Yesus Kristus Melihat Situasi Neraka
Kisah Philip Mantofa, Pendeta yang Dibawa Yesus Kristus Melihat Situasi Neraka (Istimewa)

Waktu kecil, Philip sering step dan kejang-kejang, sehingga ibunya berdoa, agar anak ini dijadikan sebagai seorang hamba Tuhan.

Setelah agak besar, Philip masih mengalami kesulitan untuk berjalan.

Dokter menyarankan untuk memakai sepatu dari besi yang biasa digunakan untuk anak yang cacat karena polio.

Hal ini membuatnya minder dan tidak mau keluar rumah.

Pertobatan Philip Mantofa dimulai pada tahun 1992, pada saat ia hendak meninggalkan sebuah gereja di Vancouver, Kanada.

Philip menerima bimbingan Pdt. Sonny dari Gereja Emmanuel Indonesian Christian Fellowship.

Ia dibaptis di gereja itu dan mulai mengalami pembentukan karakter secara Kristiani.

Akhirnya Philip memutuskan untuk kuliah di Sekolah Theologia, tetapi takut mengutarakan keinginannya kepada ayahnya, sebab ayahnya bukan seorang Kristen. Ternyata ayahnya mendukungnya.

Setelah kembali ke Indonesia, Philip sempat melakukan pelayanan di Ungaran, Jawa Tengah, pada tahun 1994.[2] Pada saat Indonesia mengalami kerusuhan pada tahun 1998, Philip kembali ke Indonesia dan melakukan pelayanan di Gereja Mawar Sharon.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved