Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Maut Manado

5 Fakta Satu Keluarga yang Alami Kecelakaan Maut di Jalan Pulau Sulawesi, Korban di Mata Kerabat

Ada banyak fakta menarik di balik peristiwa kecelakaan maut yang dialami satu keluarga di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Batu Kota.

Penulis: Alexander Pattyranie | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA/FACEBOOK
Kondisi motor yang dikendarai korban kecelakaan Maut di Kota Mando. Kecelakaan ini menyebabkan satu keluarga termasuk seorang balita meninggal dunia. 

Salah satunya Meine Kindangen (35) yang merupakan orang tua dari Alfina Regina Citra Molintao (22).

Ibu dua orang anak ini tidak menyangka bahwa putrinya menjadi korban kecelakaan tragis di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Batu Kota.

"Saya diberitahu oleh seorang warga yang menelepon dari nomor yang ditemukannya di jasad anak saya, dikatakan bahwa sepasang suami istri bersama anak balita menjadi korban kecelakaan tunggal dan telah dibawa ke RSUP Prof Kandouw Manado," katanya, Rabu (24/3/2021).

Ia mengatakan bahwa yang paling membuatnya terpukul yaitu informasi yang menyatakan bahwa ketiganya meninggal dunia.

"Sempat syok waktu mendengarnya, merasa tidak percaya dan sangat terpukul. Saya tidak habis pikir kenapa hal itu bisa terjadi dan dialami pula oleh seorang balita," tandasnya.

Meine mengaku sebelumnya sempat berkomunikasi secara normal dengan ketiga korban kecelakaan itu, terutama ketika cucunya yang masih berusia dua tahun itu berkunjung ke rumahnya yang ada di Winangun.

"Memang hampir tiap hari anak saya yang bernama Alfina ini sering berkunjung ke rumahnya yang ada di Winangun, tiap hari juga suaminya selalu mengantar jemput istri dan anaknya itu," ungkapnya.

Hingga pada satu malam terjadi peristiwa ini, lanjutnya, "kondisi cuaca sedang bagus, tidak ada tanda-tanda hal buruk yang akan terjadi, tidak ada rasa khawatir sedikitpun semuanya berjalan normal. 

Tapi ya itu, semuanya ada di tangan Tuhan, Tuhan yang memberi Tuhan pula yang mengambil, kita manusia tidak tahu akan rencana-Nya," ucap Meine.

Ia menambahkan, bahwa keduanya adalah pasangan yang harmonis, tidak ada masalah yang berarti yang dialami pasangan yang baru menjalani masa pernikahan selama tiga tahun ini. 

"Suaminya bekerja di toko Central Teknik yang tiap hari selalu langsung pulang ke rumah bertemu dengan anak dan istrinya, selalu memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi tulang punggung baik di keluarganya maupun keluarga orangtuanya," tambah dia.

Untuk kehidupan di dalam pergaulannya, almarhum merupakan sosok yang tidak suka mencari masalah dan sangat akur dengan teman-temannya.

"Kami sungguh merasa menyesal, anak-anak beserta cucu dan cicit kami bisa pergi secepat itu," ujar Meine.

(tribunmanado.co.id/Alp/Andreas Ruauw)

BERITA PILIHAN EDITOR :

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved