Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

All England 2021

Tim Indonesia Dikeluarkan dari All England 2021, Pembelaan Pemerintah Inggris: Tak Ada Diskriminasi

Terkait dikeluarkannya para pemain Indonesia dari turnamen All England 2021.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Yonex All England 

"Ini berarti semua orang di pesawat itu harus melakukan isolasi mandiri untuk melindungi kesehatan masyarakat," tutur Jenkins.

"Peraturan Pemerintah Inggris tidak mengizinkan pengecualian apapun terkait persyaratan isolasi mandiri ini," ucap dia lagi.

Jenkins menunjukkan bukti bahwa negaranya tidak diskriminatif dalam menegakkan aturan virus corona.

Dia menambahkan bahwa Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, sebelumnya pernah diminta untuk isolasi setelah berdekatan dengan orang yang dinyatakan COVID-19.

"Dan beliau melakukan isolasi mandiri selama 10 hari," tegas Jenkins.

"Setiap orang diharapkan untuk mengikuti aturan yang sama, karena kita semua berada dalam situasi ini bersama-sama."

"Saya sangat sedih atas kejadian yang sangat disayangkan ini, yang telah menyebabkan tim bulu tangkis Indonesia gagal mengikuti turnamen All England."

"Saya bisa merasakan kekecewaan para penggemar bulu tangkis, namun terutama kekecewaan para atlet yang telah bekerja sangat keras untuk mencapai puncak prestasi mereka," tutur dia lagi.


Foto : Marcus Gideon pasangan Kevin Sanjaya, Ganda Putra Nomor 1 Dunia. (Istimewa)

Marcus Gideon : Panitia Lepas Tangan

Setelah Praveen Jordan, Marcus Gideon kini mengutarakan perlakuan tidak enak yang menimpa tim Indonesia akibat carut-marutnya kepanitiaan All England setelah kontingen Merah Putih mendapat perintah karantina mandiri dari NHS Inggris.

Pada Kamis (18/3/2021) sore WIB, pebulu tangkis ganda campuran Praveen Jordan mengutarakan isi hatinya dan beberapa pertanyaan menusuk kepada BWF dan panitia penyelenggara All England 2021.

Salah satu poin yang cukup menohok dari cerita Praveen adalah bagaimana kontingen Indonesia dipaksa berjalan balik dari venue laga di Utilita Arena ke penginapan mereka di Hotel Crowne Plaza Birmingham City Center.

Menurut Praveen, panitia mengusir tim Indonesia dari venue dan tidak membolehkan mereka menggunakan bus.

"Menurut saya, BWF telah melanggar peraturan yang mereka buat sendiri. Ketika berita ini muncul, tim Indonesia yang sedang berada di arena dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel dengan cara berjalan kaki," tulis Praveen.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved