Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia
PROFIL Muchtar Pakpahan, Pendiri SBSI, Berjuang Untuk Buruh Sejak Orba
Kabar duka tanah air. Khususnya bagi buruh. Muchtar Pakpahan meninggal dunia.Dia adalah pejuang untuk buruh sejak masa orde baru.
Dia telah meninggal dunia di RS Siloam, Semanggi, Jakarta, 21 Maret 2021 di usia 67 tahun.
Muchtar Pakpahan adalah tokoh buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia.
Oleh karena usahanya yang gigih untuk memperjuangkan kenaikan gaji buruh.
Lelaki kelahiran Bah Jambi 2 Tanah Jawa, Simalungun Sumatra Utara ini memperoleh berbagai penghargaan hak asasi manusia internasional.
Sekarang, Pakpahan aktif sebagai pengacara di firma hukumnya, Muchtar Pakpahan Associates, dan mengajar di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Perjalanan hidup
Muchtar Pakpahan adalah pendiri sekaligus mantan Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (1992--2003).
Organisasi buruh independen pertama di Indonesia.
Dia pernah menjabat sebagai anggota Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labor (ILO).
Pada tahun 2003, Muchtar meninggalkan Serikat Buruh dan mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat. Pada 2010, dia juga meninggalkan partai dan memilih fokus di kantor pengacaranya Muchtar Pakpahan Associates serta mengajar di Fakultas Hukum
Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Pria yang akrab disapa Bang Muchtar ini, menghabiskan masa kecilnya di daerah Tanah Jawa, Sumatra Utara dan ketika memasuki sekolah menengah atas, dia memilih hijrah ke Medan. Suami Rosintan Marpaung ini memperoleh gelar sarjana hukumnya di
Universitas Sumatra Utara (USU).
Sementara itu, Program Pascasarjananya, S2 politik, di Universitas Indonesia (UI) (1989). Gelar doktor hukum diraih Muchtar di Universitas Indonesia tahun 1993 dengan disertasi yang kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul DPR Semasa Orde Baru.
Pria yang juga hobi menyanyi dan mencipta lagu ini dikenal sebagai pejuang reformasi dan tokoh buruh Indonesia. Ketika selesai mempertahankan disertasinya, dia pernah diminta Badan Intelegensi untuk mengubah isi disertasi karena dianggap membahayakan keselamatan negara. Dirinya dianggap vokal menyuarakan perlawanan terhadap pemerintahan Orde Baru. Muchtar Pakpahan pernah ditahan beberapa kali di penjara.
Januari 1994 ditahan di Semarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mochtar-pakpahan-34773.jpg)